Pencarian

Mobil Listrik Disebut Belum Sepenuhnya Zero Emission, DPR Soroti Sumber Listrik Pembangkit

Jumat, 11 September 2026 • 16:01:01 WIB
Mobil Listrik Disebut Belum Sepenuhnya Zero Emission, DPR Soroti Sumber Listrik Pembangkit
Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu berbicara dalam RDP Panja tentang pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

SULAWESI UTARA — Perdebatan soal klaim ramah lingkungan kendaraan listrik kembali mencuat di ruang rapat parlemen. Bane Raja Manalu menilai klaim zero emission pada mobil listrik belum bisa diterima begitu saja selama listrik yang dipakai masih berasal dari pembangkit berbasis fosil. Ia menyampaikan hal itu saat RDP Panja Komisi VII DPR RI tentang Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional, dikutip Jumat (11/09/2026).

Zero Emission di Knalpot, tapi Bagaimana di Pembangkit?

Bane menyoroti bahwa tidak adanya emisi langsung dari kendaraan belum menggambarkan dampak emisi secara utuh. Menurutnya, seluruh rantai energi harus dihitung, bukan hanya yang keluar dari knalpot mobil listrik.

"Ketika misalnya disebut ini mau zero emission. Cuma, apakah betul zero emission hanya sekadar mengalihkan zero emission dari kendaraan?" kata Bane.

Pertanyaan itu mengarah pada kemungkinan emisi hanya berpindah lokasi, dari kendaraan ke pembangkit listrik. Karena itu, ia mendorong kebijakan elektrifikasi berjalan seiring dengan pengembangan sumber energi yang lebih bersih.

Berapa Tambahan Beban Listrik Nasional?

Peningkatan jumlah mobil listrik secara masif dinilai akan menambah kebutuhan listrik nasional. Bane meminta pemerintah menghitung besaran tambahan beban tersebut jika elektrifikasi kendaraan terus diperluas.

"Kalau misalnya mobil listrik ini katakanlah berhasil melakukan elektrisasi mobil, kendaraan, kebutuhan listrik yang akan bertambah kira-kira berapa? Se-Indonesia?" tanya Bane.

Perhitungan itu dianggap penting untuk mengukur kesiapan sistem kelistrikan dalam melayani pengisian daya kendaraan listrik. Data tersebut juga menjadi dasar untuk melihat dampaknya terhadap upaya pengurangan emisi.

Porsi Energi Nonfosil Jadi Kunci

Bane juga menyinggung komposisi sumber energi yang akan menopang tambahan kebutuhan listrik tersebut. Ia mempertanyakan seberapa besar kebutuhan listrik dari elektrifikasi kendaraan dapat dipenuhi sumber energi nonfosil.

"Lalu kemudian, dari kebutuhan listrik tadi, berapa besar itu yang katakan hasil dari entah tenaga apa pun selain fosil?" ujarnya.

Menurut Bane, informasi soal asal listrik itu menentukan apakah peningkatan elektrifikasi benar-benar sejalan dengan target pengurangan emisi. Tanpa data tersebut, pemerintah sulit menilai efektivitas kebijakan kendaraan listrik secara menyeluruh.

Elektrifikasi Butuh Sistem Energi yang Ikut Berubah

Bane menegaskan tujuan zero emission perlu didukung sumber energi yang menopang kendaraan listrik. Artinya, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya soal teknologi kendaraan, tetapi juga sistem energi yang menyediakan listrik untuk pengisian daya.

"Kalau memang tujuannya adalah zero emission, ini yang menurut saya pertanyaan yang paling dasar yang penting juga untuk dijawab," pungkasnya.

Ia mendorong pemerintah melihat pengembangan kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari kenaikan kebutuhan listrik hingga sumber energi yang digunakan untuk memenuhinya.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: listrikindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks