BANJARBARU — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya edukasi penggunaan masker bagi warga yang beraktivitas di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Tolong tingkatkan edukasi masyarakat, utamanya dalam menggunakan masker,” kata Gibran saat meninjau kesiapan layanan kesehatan menghadapi dampak karhutla di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis.
Menurut Wapres, penguatan edukasi menjadi kunci agar masyarakat memahami langkah perlindungan diri saat kualitas udara memburuk. Masker disebutnya sebagai perlindungan dasar selama beraktivitas di luar ruangan.
Pasien Anak di RSDI Banjarbaru Terpapar Asap Saat Berangkat Sekolah
Dampak paparan asap tidak hanya soal imbauan. Seorang pasien anak yang menjalani perawatan di RSDI Banjarbaru, Aira, pelajar asal Martapura, harus dirawat dua hari setelah mengalami batuk, pilek, dan demam.
Aira menuturkan keluhan itu muncul setelah dirinya terpapar asap cukup tebal ketika hendak berangkat sekolah. Paparan kabut asap mempengaruhi kondisi kesehatannya meski ia tetap menjalani aktivitas di tengah kualitas udara yang memburuk.
Dokter Sebut Kabut Asap Tahun Ini Luar Biasa Dibanding Tahun Sebelumnya
Kepala Staf Medis Fungsional Anak RSDI Banjarbaru Harapan Parlindungan Ringoringo berharap penanganan karhutla segera mengatasi sumber kebakaran sekaligus memperkuat langkah mitigasi.
“Bagaimana caranya ini asap segera berhenti, entah pakai hujan buatan, entah pakai apa, karena sumber utamanya kan kebakaran, termasuk juga mitigasi,” katanya.
Harapan menyebut kondisi kabut asap saat ini tergolong luar biasa dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalamannya selama sekitar 30 tahun bertugas di daerah tersebut, kondisi parah tidak terjadi setiap tahun dan biasanya muncul sekitar tiga sampai empat tahun sekali.
Mitigasi dan Layanan Kesehatan Jadi Fokus Penanganan
Peninjauan Gibran ke RSDI Banjarbaru menyoroti dua hal sekaligus: kesiapan fasilitas kesehatan menerima lonjakan pasien akibat paparan asap, dan perlunya langkah pencegahan di tingkat masyarakat.
Edukasi masker dinilai menjadi intervensi paling murah dan cepat sebelum dampak kesehatan meluas. Sementara dari sisi hulu, pengendalian titik api dan mitigasi kabut asap tetap menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.