SULAWESI UTARA — Galaxy S26 FE hadir sebagai jawaban Samsung untuk generasi muda yang aktif membuat konten. Ponsel ini mengusung semangat kreasi tanpa batas, membuka peluang bagi kreator muda mengubah momen spontan menjadi karya visual yang menonjol. Posisinya di lini FE membuat sejumlah fitur flagship bisa diakses di tingkat harga yang lebih ramah.
My FanCam: Rekam Sekali, Dapat Banyak Sudut Subjek
Fitur andalan Galaxy S26 FE adalah My FanCam, teknologi berbasis Galaxy AI yang pertama kali hadir di lini FE. Kehadirannya berangkat dari riset internal Samsung yang mencatat pengguna Galaxy S25 FE sangat aktif memotret dan merekam lewat kamera depan, mencapai 53,8% untuk foto dan 21,3% untuk video, plus 11,05% penggunaan Photo Assist.
Saat menonton konser, fan meeting, dance performance, atau talent showcase, pengguna biasanya harus memilih satu subjek utama sejak awal perekaman. Risikonya, momen berharga dari talent lain bisa hilang. My FanCam menghapus dilema itu.
Pengguna cukup merekam panggung secara utuh dalam wide-angle shot, lalu menentukan subjek yang ingin ditonjolkan setelah proses perekaman selesai. Galaxy AI otomatis melacak pergerakan subjek terpilih, mempertahankannya di tengah frame, dan memotong video ke rasio vertikal yang siap dibagikan ke media sosial.
Dari satu kali perekaman, pengguna bisa menghasilkan beberapa variasi video dengan fokus subjek berbeda tanpa perlu merekam ulang. Untuk hasil crop terbaik, gunakan resolusi tinggi saat merekam secara penuh. My FanCam bekerja secara on-device, jadi tidak butuh koneksi internet. Fitur ini memerlukan login ke Samsung Account untuk digunakan di aplikasi Galeri.
Kamera Triple Flagship dan Super Steady Video
Selain My FanCam, Galaxy S26 FE dibekali Super Steady Video with Horizontal Lock. Fitur ini memadukan sudut optik diperluas dengan sensor gyro dan akselerasi untuk mengenali arah gravitasi, sehingga garis horizon video tetap stabil meski perangkat diputar hingga 360 derajat.
Sistem kamera belakangnya mengusung Triple Camera berstandar flagship yang didukung pemrosesan gambar ProVisual Engine:
- Kamera Utama (Wide): 50 MP, bukaan F1.8, dukungan Optical Image Stabilization (OIS)
- Kamera Ultra-Wide: 12 MP (F2.2) untuk pemandangan luas dan foto kelompok
- Kamera Telefoto: 8 MP (F2.4) dengan 3x Optical Zoom, 2x Optical Quality Zoom via Adaptive Pixel, dan Digital Zoom hingga 30x
Kamera depan naik ke 12 MP (F2.2) dengan sudut pandang Ultra Wide 85 derajat. Sudut lebih luas ini membuat lebih banyak orang dan latar suasana masuk frame tanpa perlu merentangkan tangan terlalu jauh. Seluruh sistem kamera didukung Nightography untuk menjaga kejernihan foto dan video di kondisi minim cahaya, serta mampu merekam video UHD 8K pada 30fps.
One UI 9 dan Deretan Fitur Galaxy AI
Galaxy S26 FE menjadi smartphone pertama yang meluncur langsung dengan One UI 9 berbasis Android 17. Integrasi Galaxy AI menghadirkan sejumlah alat bantu kreatif dan produktivitas:
- Photo Assist & Creative Studio: menyunting foto lewat instruksi bahasa alami atau sketsa, misalnya mengubah suasana siang jadi malam atau menghapus objek pengganggu
- Audio Eraser: mereduksi suara latar tidak diinginkan saat memutar video, kini mendukung aplikasi pihak ketiga seperti YouTube, Netflix, dan Instagram
- Document Scan & Multi Scan: memindai dokumen dengan koreksi sudut lipatan, menghilangkan bayangan atau jari di frame, hingga 350 halaman per sesi dalam format JPEG atau PDF
- Circle to Search & Gemini Live: mencari informasi instan cukup dengan melingkari objek di layar
Untuk Siapa Galaxy S26 FE Cocok
Galaxy S26 FE menyasar kreator muda yang sering merekam pertunjukan, vlogger yang butuh kamera depan lega, serta pengguna yang ingin fitur Galaxy AI tanpa membeli flagship termahal. Kombinasi My FanCam, Super Steady Video, dan One UI 9 menjadikannya perangkat serba bisa untuk produksi konten harian.
Bagi pengguna Indonesia yang mengejar kamera fleksibel dan fitur AI praktis, Galaxy S26 FE layak masuk daftar pertimbangan di segmen menengah atas.