SULAWESI UTARA — Jumlah pendaftar itu mencerminkan tingginya minat pelaku usaha lokal untuk naik kelas. Pertamina pun menyiapkan kurikulum berjenjang, bukan sekadar pelatihan sekali jalan.
Empat Kelas Go untuk Naik Kelas
Peserta tahap regional akan mendapat pembelajaran pengelolaan bisnis, fasilitasi akses pasar, serta pendampingan dari fasilitator, mentor, dan akselerator. Setelah menyelesaikan tahap ini, mereka mengikuti evaluasi untuk melanjutkan ke tingkat nasional.
Peserta yang lolos ke tahap nasional akan menjalani empat Kelas Go: Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Pembagian kelas disesuaikan dengan perkembangan usaha masing-masing peserta.
"Peserta yang lolos ke tahap nasional akan mengikuti empat Kelas Go, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, sesuai dengan perkembangan usahanya," jelas Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arifianto.
Antusiasme Pelaku Usaha di 11 Hari Pendaftaran
Rudi menyebut respons pelaku UMK terhadap program ini tergolong tinggi. Dalam 11 hari, pendaftar datang dari hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Temmy Satya Permana, menilai pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan penting untuk mendorong kapabilitas serta daya saing usaha lokal.
"Program pembinaan UMK diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mendapatkan akses pasar, serta mengembangkan skala usahanya," ujar Temmy saat mengikuti kegiatan secara daring.
Dampak ke Pelaku Usaha dan Pasar Lokal
Bagi pelaku UMK yang terpilih, manfaatnya bersifat praktis: penguatan tata kelola usaha, pengembangan produk, pemanfaatan teknologi, hingga perluasan akses pasar. Jejaring usaha yang terbangun selama pendampingan juga membuka peluang kerja sama antar peserta.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan terpilihnya 1.500 UMK ini menjadi awal perjalanan pembinaan Pertamina bagi pelaku usaha lokal.
"Pertamina berharap peserta UMK Academy 2026 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu, memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar," terang Baron.
Baron menambahkan, pembinaan ini diarahkan agar UMK tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, kreatif, adaptif, dan berdaya saing.
Selaras dengan Asta Cita dan SDGs
Pelaksanaan UMK Academy mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita melalui penguatan kewirausahaan dan pengembangan usaha lokal yang tangguh serta berdaya saing.
Bagi Pertamina, UMK Academy memperkuat posisinya sebagai BUMN energi yang membina rantai pasok usaha kecil di sekitar wilayah operasinya. Bagi pelaku usaha, ajang ini menjadi jalur konkret menuju pasar yang lebih luas — termasuk pasar ekspor.