Pencarian

Karhutla Gambut Kalsel, Polri Kerahkan Drone Thermal dan Pipa Pendingin Bawah Tanah

Jumat, 04 September 2026 • 15:19:31 WIB
Karhutla Gambut Kalsel, Polri Kerahkan Drone Thermal dan Pipa Pendingin Bawah Tanah
Personel kepolisian mengoperasikan drone thermal untuk mendeteksi titik panas di bawah permukaan lahan gambut di Kalimantan Selatan.

SULAWESI UTARA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tidak lagi hanya mengandalkan pemadaman konvensional dari permukaan. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memperkuat operasinya dengan perangkat yang mampu mendeteksi dan mendinginkan titik panas di kedalaman lahan gambut, sebuah metode yang dinilai lebih efektif untuk mencegah api muncul kembali.

Mengapa Api di Lahan Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

Lahan gambut menyimpan material organik yang jika terbakar, panasnya dapat bertahan lama di bawah permukaan meskipun api di atas tanah telah berhasil dipadamkan. Kondisi ini membuat upaya pemadaman kerap gagal total, karena bara yang tersisa bisa memicu kebakaran baru kapan saja.

Untuk membaca kondisi di bawah permukaan tersebut, tim gabungan memanfaatkan drone thermal. Alat ini berfungsi memetakan titik-titik panas yang tidak terlihat dari atas permukaan tanah.

Kombinasi Teknologi: Deteksi dan Pendinginan dari Bawah

Setelah titik panas teridentifikasi, petugas tidak langsung menyiram permukaan. Mereka menggunakan sistem pipa undercooling yang dirancang untuk menyuntikkan cairan pemadam jauh ke dalam lapisan tanah.

Cairan pemadam yang digunakan bukan air biasa, melainkan larutan berbasis Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan oleh Polda Kalsel. Metode ini telah diuji coba di kawasan Pengayuan, Banjarbaru.

"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (4/9/2026).

Kesiapan Personel di Lapangan

Operasi ini melibatkan pasukan dalam jumlah besar. Polda Kalsel mengerahkan 3.030 personelnya untuk bergabung dalam satuan tugas gabungan yang berjumlah 11.681 orang.

Pengerahan personel tidak merata di semua titik. Distribusi kekuatan disesuaikan dengan peta kerawanan dan kebutuhan aktual di masing-masing kabupaten/kota, sehingga penanganan bisa lebih responsif di lokasi yang paling berisiko. Dengan kombinasi teknologi dan jumlah personel tersebut, kepolisian berharap titik api di lahan gambut bisa dipadamkan hingga ke akarnya, bukan hanya memadamkan asap di permukaan.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks