BITUNG — Posisi penerimaan PBB-P2 di delapan kecamatan memang belum menggembirakan. Masih ada Rp4,31 miliar dari target yang belum tercapai, sementara waktu efektif tinggal empat bulan. Karena itu, Bapenda Bitung memutuskan tidak menunggu wajib pajak datang ke kantor; mereka justru menyambangi kecamatan satu per satu.
Program yang dijuluki Bulan Bijak PBB-P2 itu berlangsung sepanjang September. Jadwalnya berurutan, mulai dari Aertembaga pada 3–4 September, lalu Lembeh Selatan, Lembeh Utara, Matuari, hingga penutup di Girian pada 23–24 September.
Dua Kutub Capaian: Madidir 51 Persen, Ranowulu 27 Persen
Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong, menyebut capaian antarkecamatan cukup timpang. Madidir menjadi yang tertinggi dengan realisasi Rp719,79 juta atau 51,27 persen dari target Rp1,40 miliar. Menyusul Maesa sebesar 49,66 persen (Rp435,97 juta) dan Aertembaga 49,25 persen (Rp505,46 juta).
Di sisi lain, Ranowulu masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Wilayah itu baru mengumpulkan Rp266,45 juta dari target Rp978,41 juta, hanya 27,23 persen. Sisa tagihannya sekitar Rp711,96 juta.
Matuari juga belum ideal. Realisasinya baru Rp529,99 juta atau 40,04 persen dari target Rp1,32 miliar, sehingga sekitar Rp793,72 juta masih harus dikejar. Girian mencatat 41,71 persen dari target Rp1,09 miliar, sedangkan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan masing-masing berada di angka 43,89 persen dan 43,14 persen.
Bukan Sekadar Bayar, Ada 13 Jenis Layanan
Bulan Bijak PBB-P2 tidak hanya membuka loket pembayaran. Bapenda membawa layanan pengecekan data PBB-P2, cek tunggakan, informasi NJOP, pendaftaran objek pajak, perubahan dan pembetulan data, pemutakhiran data, hingga konsultasi dan fasilitasi pembayaran. Masyarakat juga bisa membayar lewat QRIS dan kanal elektronik lain.
“Pelayanan tersebut merupakan upaya pemerintah mendekatkan akses perpajakan kepada masyarakat. Masyarakat bisa cek, daftar, benahi dan bayar PBB-P2 dengan lebih mudah dan praktis,” kata Theo, Kamis (3/9/2026).
Target Kota Rp19,39 Miliar, Sisa Rp6,34 Miliar Dikejar Empat Bulan
Secara keseluruhan, target PBB-P2 Kota Bitung tahun 2026 ditetapkan Rp19,39 miliar. Hingga 31 Agustus, realisasi mencapai Rp13,04 miliar atau 67,27 persen. Artinya, masih tersisa sekitar Rp6,34 miliar yang harus dipenuhi sampai Desember.
Theo mengungkapkan, khusus delapan kecamatan yang menjadi sasaran Bulan Bijak, rata-rata sisa target yang harus dikejar sekitar Rp1,08 miliar per bulan. “Pemerintah ingin memastikan masyarakat di berbagai wilayah Kota Bitung memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi dan administrasi PBB-P2,” ujarnya.
Dengan dua kecamatan yang realisasinya masih di bawah 30 persen, efektivitas jemput bola ini akan terlihat dari pencapaian akhir September. Sebab, setelah Bulan Bijak usai, kewajiban mengejar sisa target kembali berpindah ke wajib pajak di delapan kecamatan tersebut.