SULAWESI UTARA — Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, memimpin upacara bendera perdana sekaligus meresmikan penggunaan gedung baru SIKL. Gedung yang menjadi bagian dari kompleks Pusat Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur itu mulai digunakan setelah proses konstruksi selesai pada Mei 2026.
Proyek Setahun dengan Fasilitas Lengkap
Pembangunan gedung ini dimulai sejak Mei 2025 dan berjalan dalam kurun sekitar satu tahun. Hasilnya, berdiri bangunan hingga empat lantai plus satu basement yang menjadi rumah baru bagi kegiatan belajar mengajar warga negara Indonesia di Kuala Lumpur.
Fasilitas yang tersedia terbilang lengkap. Sekolah dengan jenjang TK hingga SMA ini memiliki ruang kelas, laboratorium, ruang guru, ruang komite dan tata usaha, food hall, hall serbaguna, sport hall, musala, serta area parkir bawah tanah. Dengan tambahan ruang ini, kapasitas SIKL meningkat hingga mampu menampung 800 siswa.
Bertambahnya kapasitas ini menjadi kabar baik bagi keluarga Indonesia di Malaysia, terutama anak-anak pekerja migran yang selama ini terkendala akses pendidikan layak. Sekolah ini menjadi salah satu instrumen menjaga kualitas generasi Indonesia di luar negeri.
Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menegaskan proyek ini bukan semata pekerjaan konstruksi. Perusahaan melihat setiap ruang kelas yang dibangun membawa harapan besar bagi anak-anak Indonesia di perantauan.
"Di balik setiap ruang kelas dan fasilitas yang kami bangun, terdapat harapan agar anak-anak Indonesia di Malaysia dapat memperoleh ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung mereka untuk berkembang serta meraih cita-cita," ujar Dian dalam keterangan resmi, Rabu (2/9).
Ia menambahkan, pihaknya bangga bisa mengambil bagian dalam menghadirkan fasilitas pendidikan Indonesia di Kuala Lumpur. Harapannya, gedung ini memberi manfaat jangka panjang bagi siswa, guru, dan keluarga WNI.
"Ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global," tuturnya.
Peran Strategis BUMN di Luar Negeri
Bagi Brantas Abipraya, proyek ini menegaskan komitmen perusahaan berkontribusi pada pembangunan infrastruktur yang menyentuh aspek sosial secara langsung. Sebagai BUMN konstruksi, mereka tidak berhenti pada target fisik, tetapi juga menghadirkan karya yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Dubes Iman Hascarya menekankan arti penting keberadaan SIKL dalam menyediakan layanan pendidikan bagi komunitas Indonesia di Malaysia. Melalui apel perdana di gedung baru tersebut, ia berharap fasilitas ini menyuntik semangat baru bagi para siswa dan mendorong kemajuan pendidikan dasar masyarakat Indonesia di sana.
Kehadiran gedung sekolah Indonesia di luar negeri menjadi bukti nyata negara hadir bagi warganya yang mencari penghidupan di negeri orang. Selain melindungi hak-hak pekerja, pendidikan bagi generasi penerus tetap menjadi prioritas yang dijaga.