MANADO — Perlindungan sosial bagi pekerja menjadi prioritas yang tengah digenjot Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Bupati Boltim Oskar Manoppo menegaskan komitmen daerahnya untuk memastikan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya dinikmati pekerja di sektor formal, tetapi juga menjangkau mereka yang bekerja di sektor informal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Manado, Jumat (28/8/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Bupati Boltim Argo V. Sumaiku dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Boltim, Rusli Dajo.
Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal
Perluasan kepesertaan ini dinilai penting karena karakteristik dunia kerja saat ini tidak lagi terbatas pada hubungan kerja formal. Banyak warga Boltim yang bekerja sebagai petani, nelayan, pedagang, atau pekerja lepas lainnya yang selama ini belum tercover jaminan sosial.
Oskar mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan dibutuhkan untuk memberikan perlindungan bagi pekerja ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan. Pemerintah daerah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap program tersebut.
"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan bagi para pekerja. Kita ingin memastikan masyarakat yang bekerja mendapatkan jaminan dan perlindungan sosial yang layak," kata Oskar.
Koordinasi Pemkab Boltim dan BPJS Ketenagakerjaan
Dalam audiensi tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan koordinasi antara Pemkab Boltim dan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diambil untuk mendorong peningkatan kepesertaan sekaligus memastikan masyarakat memahami manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Semakin luas cakupan kepesertaan, semakin banyak pula pekerja yang memiliki akses terhadap perlindungan ketika menghadapi risiko pekerjaan. Pemkab Boltim menilai hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan pekerja di tengah tuntutan ekonomi yang terus berkembang.
Perluasan perlindungan ini menjadi salah satu fokus utama Pemkab Boltim dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan koordinasi yang solid bersama BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan tidak ada lagi pekerja di Boltim yang bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial yang memadai.