Pencarian

Polresta Manado Cegat Calon Pekerja Migran Ilegal Tujuan Myanmar, Terindikasi Jadi Admin Scammer

Kamis, 04 Juni 2026 • 12:18:31 WIB
Polresta Manado Cegat Calon Pekerja Migran Ilegal Tujuan Myanmar, Terindikasi Jadi Admin Scammer
Petugas Polresta Manado mengamankan calon pekerja migran ilegal yang hendak berangkat ke Myanmar tanpa dokumen resmi.

MANADO — HM diamankan petugas Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi setelah terdeteksi hendak terbang ke luar negeri tanpa dokumen ketenagakerjaan resmi. Rutenya panjang: dari Manado transit ke Jakarta, lalu Medan, sebelum akhirnya diberangkatkan ke Myanmar.

Dari hasil pemeriksaan, HM mengaku direkrut oleh seseorang berinisial KB yang berada di Myanmar. Seluruh biaya perjalanan ditanggung perekrut. Ia dijanjikan penghasilan besar—iming-iming yang sama yang pernah membuatnya terjebak sebelumnya.

Pernah Bekerja di Vietnam, Kembali Tergiur

HM ternyata bukan pertama kali bekerja secara nonprosedural. Pada 2024, ia mengaku selama setahun menjadi admin perusahaan penipuan online di Vietnam. Pengalaman itu tidak membuatnya kapok; tawaran gaji lebih besar dari Myanmar kembali menggoda.

“Langkah pencegahan ini dilakukan sebagai upaya melindungi warga negara Indonesia dari potensi tindak pidana perdagangan orang, eksploitasi tenaga kerja, maupun keterlibatan dalam aktivitas kejahatan transnasional,” ujar Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Hentikan Keberangkatan

Polresta Manado bergerak cepat. Setelah mengamankan HM, mereka berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, BP3MI Sulawesi Utara, dan Yayasan Kasih Yang Utama (YKYU) Sulut untuk memastikan calon pekerja migran itu tidak jadi berangkat.

Kasus ini tidak berhenti pada penyelamatan satu orang. Polresta bersama Polda Sulut dan instansi terkait mulai mendalami jaringan perekrut yang diduga terhubung dengan sindikat scammer lintas negara. Peluang mengungkap rantai perekrutan ilegal kini terbuka.

Imbauan Kapolresta: Jangan Mudah Tergiur Gaji Besar

Kapolresta Manado mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan pendapatan besar tanpa prosedur resmi. “Pastikan seluruh proses keberangkatan dan penempatan tenaga kerja dilakukan melalui jalur yang sah agar terhindar dari risiko perdagangan orang, eksploitasi, maupun keterlibatan dalam aktivitas kriminal,” tegasnya.

Keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti komitmen Polresta Manado dalam memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan melindungi warga dari jeratan kejahatan transnasional yang kian kompleks.

Bagikan
Sumber: detikmanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks