SULAWESI UTARA — Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri hadir langsung dalam seremoni penyerahan bantuan yang digelar di Kota Samarinda. Turut hadir jajaran camat dan lurah se-Kota Samarinda. Kehadiran para pejabat kewilayahan ini menandakan bahwa program ini menyasar anak-anak di tingkat kelurahan yang datanya sudah diverifikasi oleh BKKBN.
Skema Pendampingan: Bukan Sekadar Uang Tunai
Bantuan sebesar Rp 51 juta itu tidak diberikan dalam bentuk uang tunai sekaligus. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menjelaskan bahwa dana yang berasal dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN itu akan disalurkan secara bertahap. “Kami ingin mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak-anak yang berisiko stunting,” ujar Chaliq.
Setiap anak akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar paket sembilan bahan pokok. Mekanisme ini dirancang agar intervensi gizi dan edukasi kesehatan berjalan konsisten hingga anak keluar dari status risiko stunting.
Kolaborasi Tiga Pilar: Negara, BUMN, dan Masyarakat
Program GENTING merupakan gerakan nasional bentukan BKKBN. Konsepnya sederhana: mengajak perusahaan dan individu menjadi “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Di Samarinda, PLN menjadi salah satu pengusung utama.
Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri mengapresiasi keterlibatan PLN. Menurutnya, percepatan penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. “Keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Harapan dari Garda Terdepan
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, berharap program ini tidak berhenti pada seremonial penyerahan bantuan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan YBM PLN. “Memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat, berkembang optimal, dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Adrian.
PLN UID Kaltimra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Targetnya jelas: menekan angka stunting di Kalimantan Timur dan melahirkan generasi yang bebas dari masalah gizi kronis.