Pencarian

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Sulut Belum Mereda, Pertamina Turunkan Petugas Marshal dan Koordinasi dengan Polisi

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:10:25 WIB
Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Sulut Belum Mereda, Pertamina Turunkan Petugas Marshal dan Koordinasi dengan Polisi
Antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Sulawesi Utara, Sabtu (18/7/2026).

MANADO — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengakui antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi Utara belum sepenuhnya terurai. Area Manager Communication, Relations & CSR Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan pihaknya telah meningkatkan pelayanan dan monitoring di titik-titik rawan antrean.

“Kami meningkatkan pelayanan dan monitoring di SPBU. Juga menurunkan petugas marshal di seluruh SPBU yang ada peningkatan aktivitas penyaluran, untuk dapat mengatur antrean,” ujar Lilik, Sabtu (18/7/2026).

Petugas Marshal Dikerahkan, Distribusi dari Bitung Dipercepat

Selain pengaturan fisik di lapangan, Pertamina juga mempercepat jadwal distribusi dari Depot Bitung. Langkah ini diklaim untuk memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU di Sulut tidak mengalami kekosongan stok.

“Kami terus monitoring, jika ada SPBU yang stok kritis terus lakukan pemantauan dan mengatasinya,” tegas Lilik.

Sales Branch Manager I Fuel Sulutgo, Mohammad Agung Afrizal, menambahkan bahwa pengoptimalan sudah dilakukan sejak awal. Ia menyebut sejumlah SPBU di titik strategis kini langsung memiliki stok begitu pintu dibuka, tanpa harus menunggu kiriman dari terminal.

“Seperti di SPBU Sario, Malalayang, Kairagi. Saat SPBU buka sudah ada stok, tidak perlu menunggu lagi pengiriman dari terminal,” ujarnya.

Mengapa Antrean Masih Terjadi? Selisih Harga Biosolar Jadi Pemicu

Afrizal menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama antrean adalah tingginya minat konsumen terhadap biosolar subsidi. Selisih harga yang cukup tinggi dibandingkan BBM non-subsidi membuat banyak pengemudi memilih mengantre demi bahan bakar murah.

“Konsumen lebih memilih mengisi BBM subsidi biosolar, karena selisih harga yang cukup tinggi. Ini salah satu penyebab antrean panjang,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kericuhan di lokasi, Pertamina mewajibkan setiap SPBU yang mengalami lonjakan antrean untuk segera menghubungi kepolisian sektor setempat. Marshal yang diturunkan bertugas memastikan antrean tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

SOP Penyaluran Diperketat: Nomor Polisi dan QR Code Harus Cocok

Pertamina juga memastikan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) penyaluran. Operator SPBU diwajibkan mencocokkan nomor polisi kendaraan dengan QR Code yang terdaftar sebelum mengisi BBM subsidi.

“Sehingga penyaluran ini dapat terekam dan dipertanggungjawabkan,” pungkas Afrizal.

Meski antrean masih terjadi, Pertamina memastikan stok BBM di Sulut dalam kondisi aman. Distribusi ke seluruh SPBU disebut berjalan rutin tanpa hambatan berarti.

Bagikan
Sumber: detikmanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks