SULAWESI UTARA — Insiden ini terjadi di Santiago del Estero, Argentina, usai laga sengit yang diwarnai kartu kuning beruntun bagi pemain Inggris di babak kedua. Contepomi secara tegas meminta perwakilan Inggris untuk menghentikan musik dan suara selebrasi yang terdengar jelas dari ruang konferensi pers, namun permintaannya tidak diindahkan.
Selebrasi Bising Inggris Picu Kemarahan Contepomi
"Saya pikir itu masalah rasa hormat. Saya sedang memberikan konferensi pers, dan mereka bersorak-sorai serta memutar musik keras-keras di ruang ganti," ujar Contepomi dalam pernyataannya sebelum memutuskan walk out. Pelatih asal Argentina itu menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan di kandang lawan.
Konferensi pers yang seharusnya membahas kekalahan timnya justru berubah menjadi ajang protes diplomatik. Contepomi menambahkan bahwa ia sudah meminta bantuan ofisial pertandingan untuk menengahi, tetapi tidak ada perubahan berarti.
Babak Kedua Penuh Drama: Empat Kartu Kuning dan Try Dibalas
Di lapangan, pertandingan berjalan tak kalah dramatis. Inggris unggul telak 19-3 di babak pertama, sebelum Argentina bangkit di paruh kedua. Los Pumas, yang tampil dengan kostum replika tim sepak bola Argentina era Piala Dunia 1986, berhasil memangkas ketertinggalan dan membuat skor menjadi 24-24.
Namun, momentum Argentina buyar setelah wasit menganulir try krusial di menit-menit akhir melalui keputusan Television Match Official (TMO). Inggris kemudian mencetak skor penentu kemenangan, sementara empat pemain mereka harus menerima kartu kuning di babak kedua—sebuah disiplin yang oleh mantan scrum-half Inggris Matt Dawson disebut "verging on comical" (nyaris konyol).
Klasemen dan Jadwal Selanjutnya
Kekalahan ini membuat Argentina tetap tertahan di posisi bawah klasemen grup belahan bumi selatan. Sementara itu, Inggris kini kokoh di peringkat ketiga grup belahan bumi utara Nations Championship. Kompetisi akan kembali bergulir pada 6 November mendatang, dengan partai final dijadwalkan berlangsung pada 28 dan 29 November.
Sebagai catatan menarik, kekalahan rugby ini terjadi hanya sehari setelah tim sepak bola Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia. Namun, euforia kemenangan sepak bola itu tak mampu menutupi kekecewaan Contepomi dan skuadnya.