Pencarian

Reli Bitcoin Melambat, Investor Makin Selektif Sikapi Data Inflasi dan Tekanan Harga Minyak

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:31:31 WIB
Reli Bitcoin Melambat, Investor Makin Selektif Sikapi Data Inflasi dan Tekanan Harga Minyak
Grafik pergerakan harga Bitcoin menunjukkan koreksi 0,5% dalam perdagangan intraday setelah sempat menguat 3% secara harian.

SULAWESI UTARA — Mata uang kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), tercatat melemah 0,5% sejak tengah malam meski masih menguat 3% secara harian. Hal serupa dialami Ether (ETH) yang naik 4,7% dalam 24 jam, namun juga terkoreksi 0,5% dalam perdagangan intraday. Pergerakan ini terjadi setelah investor mencerna data inflasi terbaru Amerika Serikat yang menunjukkan sinyal perlambatan tekanan harga.

Probabilitas Kenaikan Suku Bunga Anjlok Drastis

Data terbaru dari platform prediksi Polymarket menunjukkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve ambruk drastis dari 34% menjadi hanya 6,7% pasca rilis data inflasi. Para pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 93% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan ini.

Sementara itu, CME FedWatch Tool mengindikasikan harga futures dana fed 30 hari yang hanya mencerminkan 14,4% peluang kenaikan. Angka ini mengonfirmasi perubahan ekspektasi pasar yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Inflasi Turun Bukan Jaminan Reli Berlanjut

Markus Levin, salah satu pendiri XYO, menilai respons pasar kripto terhadap laporan CPI terbaru menunjukkan pergeseran perilaku investor. "Reaksi pasar kripto terhadap laporan CPI terbaru menunjukkan bahwa pasar semakin selektif dalam menafsirkan sinyal makro," ujarnya kepada CoinDesk.

Levin menambahkan, meskipun inflasi yang menurun mengurangi tekanan pada aset berisiko, para pedagang tidak lagi berasumsi bahwa setiap data inflasi positif akan otomatis mendorong pemotongan suku bunga atau memicu rekor tertinggi baru. "Fokus telah bergeser pada apakah inflasi dapat terus menurun tanpa menunjukkan tanda-tanda kebangkitan," kata Levin.

Dua Faktor Baru yang Mengaburkan Prospek Bitcoin

Ketua Fed Kevin Warsh menegaskan satu laporan inflasi yang menguntungkan tidak cukup untuk menyatakan kemenangan. Langkah bank sentral selanjutnya tetap sepenuhnya bergantung pada data yang masuk. Pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa pada bulan Juli juga dinilai semakin tidak mungkin terjadi.

Faktor pembeda kali ini adalah harga minyak mentah Brent yang kini bertengger di atas US$85 per barel. Ancaman geopolitik kian nyata setelah Iran mengancam akan memblokir ekspor energi di Timur Tengah, seiring Amerika Serikat melanjutkan pemblokiran pelabuhan-pelabuhan Iran. Kondisi ini membuat langkah selanjutnya Bitcoin lebih terkait dengan apakah inflasi bisa terus menurun di tengah tekanan harga energi, daripada sekadar menunggu keputusan suku bunga bulan Juli.

Volume Perdagangan CEX Cetak Rekor Pertama dalam Lima Bulan

Di tengah ketidakpastian pasar, data menunjukkan volume perdagangan di bursa kripto terpusat (CEX) naik untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir pada Juni 2026. Volume spot melonjak 15,3% menjadi US$1,11 triliun, sementara volume perpetual aset dunia nyata (RWA) melesat ke rekor US$311 miliar. Angka ini mengindikasikan minat institusional terhadap aset kripto masih tinggi meskipun momentum harga mulai melambat.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: coindesk.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks