Pencarian

Harga Kripto Merah 3 Juni 2026: Bitcoin Terjun Bebas ke Rp 1,19 Miliar, Sentimen Risk-Off Menguasai Pasar

Rabu, 03 Juni 2026 • 05:43:01 WIB
Harga Kripto Merah 3 Juni 2026: Bitcoin Terjun Bebas ke Rp 1,19 Miliar, Sentimen Risk-Off Menguasai Pasar
Bitcoin terjun ke Rp 1,19 miliar saat pasar kripto didominasi sentimen risk-off, 3 Juni 2026.

Pagi yang Berat di Layar Exchange

Bagi investor yang membuka aplikasi Indodax atau Tokocrypto pagi ini, pemandangannya sama: semua aset mayoritas dalam zona merah. Bukan hanya Bitcoin yang jeblok — hampir seluruh altcoin ikut terpangkas habis. Solana (SOL) menjadi yang paling parah dengan koreksi 6,47% ke Rp 1.341.891 ($75,21), disusul Dogecoin (DOGE) yang ambles 5,96% ke Rp 1.672 ($0,09). Bahkan Cardano (ADA) yang biasanya lebih stabil pun harus rela turun 5,94% ke Rp 3.839 ($0,22).

XRP, yang sempat menjadi primadona karena kemenangan hukum Ripple, kini terpuruk 5,49% ke Rp 21.735 ($1,22). Satu-satunya yang sedikit lebih "tegar" adalah TRON (TRX) dengan koreksi relatif lebih kecil yakni 2,62% ke Rp 5.977 ($0,34). Tapi jangan salah — dalam kondisi pasar seperti ini, "lebih kecil" bukan berarti aman.

Mengapa Pasar Jatuh? Dua Pemicu Utama

Ada dua peristiwa yang menjadi katalis utama penurunan ini. Pertama, rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS semalam menunjukkan angka inflasi inti yang masih tinggi. Ini membuat pasar kembali menghidupkan narasi hawkish — bahwa The Fed belum selesai dengan kebijakan pengetatan moneternya. Akibatnya, indeks dolar AS menguat dan aset berisiko seperti kripto langsung terkena imbas.

Kedua, data on-chain menunjukkan adanya pergerakan besar dari dompet whale yang mentransfer lebih dari 12.000 BTC ke exchange terpusat dalam 48 jam terakhir. Ini adalah sinyal klasik bahwa pemain besar bersiap untuk menjual atau setidaknya mengunci likuiditas. Saat supply di exchange naik, tekanan jual pun otomatis meningkat.

Bitcoin: Ujian Kritis di Level Rp 1,19 Miliar

Bitcoin kini berada di titik psikologis yang genting. Level Rp 1,19 miliar ($67.000) adalah support yang sudah diuji beberapa kali dalam sebulan terakhir. Jika tembus, bukan tidak mungkin BTC akan menguji level Rp 1,15 miliar ($64.500) dalam waktu dekat. Namun, bagi investor yang paham siklus, koreksi seperti ini justru bisa menjadi peluang akumulasi — asalkan siap menahan volatilitas jangka pendek.

Ethereum juga tak kalah memprihatinkan. Turun ke bawah $1.900 untuk pertama kalinya dalam dua minggu. Aktivitas di jaringan Layer-2 sempat meningkat, tapi belum cukup kuat untuk menopang harga ETH di tengah arus jual yang deras.

Altcoin yang Perlu Diwaspadai — dan Mungkin Dilirik

Di tengah kehancuran ini, ada beberapa koin yang layak masuk radar investor Indonesia. Solana (SOL) memang paling terpukul, tapi ekosistemnya terus menunjukkan pertumbuhan transaksi harian yang positif. Koreksi 6,47% bisa menjadi entry point menarik jika tren makro mulai membaik.

TRON (TRX) patut diapresiasi karena hanya turun 2,62% — ini menandakan bahwa ada permintaan stabil dari sektor USDT dan transfer lintas batas yang menggunakan jaringan TRC-20. Sementara itu, BNB yang turun 4,97% ke Rp 11.708.943 ($656,29) masih ditopang oleh aktivitas Binance Smart Chain yang tetap ramai.

Bagi Investor Indonesia: Antara Peluang dan Risiko

Bagi pembaca di Indonesia, kabar baiknya adalah ekosistem exchange lokal seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu masih berfungsi normal dengan likuiditas yang cukup. Tidak ada kendala penarikan atau gangguan teknis yang berarti. Ini penting karena saat volatilitas tinggi, akses cepat ke exchange terpercaya menjadi prioritas utama.

Namun, jangan pernah terjebak dalam FOMO saat harga turun. Koreksi 5-6% dalam sehari memang wajar di pasar kripto, tapi jika sentimen makro terus memburuk, kita bisa melihat koreksi yang lebih dalam. Alokasikan dana dengan bijak, jangan gunakan uang kebutuhan pokok, dan selalu siap dengan skenario terburuk.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Seluruh keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca setelah melakukan riset mandiri.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks