Pencarian

Foto Pengamatan Fenomena Rashdul Kiblat Digelar untuk Verifikasi Arah Masjid di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 • 11:31:01 WIB
Foto Pengamatan Fenomena Rashdul Kiblat Digelar untuk Verifikasi Arah Masjid di Seluruh Indonesia
Petugas falakiyah mengamati bayangan tongkat vertikal saat fenomena Rashdul Kiblat untuk memverifikasi arah kiblat masjid.

SULAWESI UTARA — Rashdul Kiblat merupakan peristiwa alam saat posisi Matahari tepat berada di atas Kakbah, sehingga bayangan benda tegak lurus akan mengarah persis ke arah kiblat. Fenomena ini terjadi pada dua tanggal spesifik setiap tahunnya, yakni pada 27-28 Mei dan 15-16 Juli, menjadikannya kesempatan emas bagi umat Islam untuk melakukan verifikasi mandiri.

Akurasi Arah Salat Jadi Target Utama Pengamatan

Pengamatan fenomena ini digelar untuk memastikan dan mengoreksi arah kiblat secara akurat. Tujuannya agar setiap muslim dapat melaksanakan ibadah salat dengan pedoman yang tepat menghadap ke Baitullah.

Kegiatan verifikasi biasanya dilakukan oleh pengurus masjid, ormas Islam, serta lembaga falakiyah di berbagai daerah. Mereka memanfaatkan bayangan Matahari yang jatuh tepat pada waktu Rashdul Kiblat untuk mengecek garis shaf yang sudah ada.

Waktu dan Metode Pengecekan yang Tepat

Proses pengecekan tidak bisa dilakukan sembarangan. Waktu yang tepat adalah saat Matahari mencapai titik kulminasi di atas Kakbah, yang waktunya berbeda-beda di setiap zona waktu Indonesia.

Metodenya sederhana: siapkan tongkat atau benang yang digantung vertikal di tempat terbuka. Pada jam yang telah ditentukan, bayangan tongkat akan menunjukkan arah kiblat yang sebenarnya. Selisih beberapa derajat saja bisa membuat arah salat melenceng puluhan kilometer dari titik Kakbah.

Koreksi Arah Kiblat di Era Modern

Meski teknologi kompas dan aplikasi ponsel pintar sudah canggih, pengamatan langsung Rashdul Kiblat tetap dianggap sebagai metode verifikasi paling otoritatif. Banyak masjid besar di Indonesia, termasuk Masjid Istiqlal Jakarta, secara rutin menggelar acara pengamatan massal setiap tahunnya.

Kegiatan ini biasanya diikuti dengan sosialisasi kepada pengurus masjid kecil di pelosok daerah. Tujuannya agar tidak ada lagi bangunan ibadah yang arah kiblatnya meleset akibat kesalahan pengukuran awal saat pembangunan.

Pengamat falakiyah mengingatkan bahwa koreksi arah kiblat bukanlah soal merubah keyakinan, melainkan upaya ijtihad ilmiah untuk mencapai presisi ibadah. Jika ditemukan penyimpangan, pengurus masjid dianjurkan segera melakukan penyesuaian shaf atau renovasi kecil.

Jadwal Rashdul Kiblat Sepanjang Tahun

  • Periode pertama: 27-28 Mei, pada pukul 16.18 WIB atau 12.18 waktu setempat di Indonesia bagian barat.
  • Periode kedua: 15-16 Juli, pada pukul 16.27 WIB atau 12.27 waktu setempat.

Masyarakat diimbau untuk tidak melewatkan momen ini. Bagi yang tidak sempat melakukan pengamatan mandiri, bisa mengikuti kegiatan yang digelar oleh kantor Kementerian Agama setempat atau organisasi masyarakat Islam.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks