Pencarian

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Ubah Ancaman Otomatisasi Jadi Peluang Kerja Baru, Disnaker Genjot Pelatihan Digital

Jumat, 17 Juli 2026 • 14:06:01 WIB
Gubernur Sulut Yulius Selvanus Ubah Ancaman Otomatisasi Jadi Peluang Kerja Baru, Disnaker Genjot Pelatihan Digital
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Drs. Noldy Z. Salindeho, M.Si., memaparkan arah baru kebijakan ketenagakerjaan daerah dalam forum diskusi dialektika “Ngopi Bareng JIPS” di Kantin PKK, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026).

MANADO — Derasnya arus otomatisasi dan pergeseran industri yang meniadakan banyak pekerjaan konvensional tak lagi dipandang sebagai ancaman belaka. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara justru membacanya sebagai celah untuk menciptakan lapangan kerja baru berbasis digital dan berkelanjutan.

Pandangan ini mengemuka dalam forum diskusi dialektika “Ngopi Bareng JIPS” yang digelar di Kantin PKK, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026). Acara itu menjadi panggung bagi Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Drs. Noldy Z. Salindeho, M.Si., untuk memaparkan arah baru kebijakan ketenagakerjaan daerah.

Tiga Jurus Hadapi Disrupsi: Upskilling, Teknologi, dan Wirausaha

Salindeho menegaskan, Gubernur Yulius Selvanus telah mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang dengan menggenjot sumber daya manusia unggul. Strateginya mencakup tiga pilar utama.

Pertama, peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling bagi tenaga kerja yang ada. Kedua, adopsi teknologi cerdas di berbagai sektor industri. Ketiga, penguatan sektor kewirausahaan untuk menciptakan lapangan kerja mandiri.

Disnaker Proaktif: Pelatihan dan Sistem Informasi Terpadu untuk Fresh Graduate

Salindeho menambahkan, Dinas Tenaga Kerja tidak lagi bersikap pasif menunggu. Pihaknya kini bertindak lebih proaktif dalam menyediakan program pelatihan bagi calon tenaga kerja.

“Kami juga mempermudah akses bagi generasi muda, khususnya fresh graduate, dalam menggunakan sistem informasi ketenagakerjaan terpadu,” ujar Salindeho. Sistem ini dirancang untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara riil di Sulawesi Utara, sehingga lulusan tidak lagi buta arah saat memasuki pasar kerja.

Forum diskusi ini menjadi ajang dialog antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk merumuskan langkah konkret menghadapi disrupsi. Pemerintah provinsi optimistis, dengan strategi yang tepat, Sulawesi Utara bisa melompat menuju status daerah maju, sejahtera, dan berkelanjutan di tengah perubahan global.

Bagikan
Sumber: redaksisulut.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks