SULAWESI UTARA — Pernyataan bersama yang dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan itu menegaskan kekecewaan mendalam terhadap komentar Ceferin yang dimuat situs Slovenia, Zurnal 24 dan Dosi, pada Senin pekan lalu. Dalam konferensi di Ljubljana, Ceferin disebut menyatakan bahwa format baru Piala Dunia dengan 48 peserta justru menghasilkan banyak pertandingan yang tidak menarik.
Dukungan untuk Negara Debutan Piala Dunia
"Bagi negara kami, tidak ada yang namanya pertandingan Piala Dunia yang tidak penting. Menyatakan bahwa pertandingan-pertandingan ini kurang penting sangat mengecewakan dan gagal mengakui upaya, pengorbanan, dan aspirasi para pemain, pelatih, klub, pemimpin sepak bola, dan pendukung di seluruh dunia," bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu secara khusus menyoroti empat negara yang lolos untuk pertama kalinya: Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan. Bagi mereka, tiket ke Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian bersejarah dan perwujudan mimpi lintas generasi.
Empat negara debutan itu bergabung dengan Afrika Selatan, Kongo, Haiti, Aljazair, Maroko, Mesir, Ghana, Pantai Gading, dan Tunisia dalam pernyataan bersama ini.
Makna Kembali ke Panggung Terbesar bagi Kongo dan Haiti
"Bagi negara-negara seperti Kongo dan Haiti, kembali ke panggung sepak bola terbesar setelah absen lama memiliki makna khusus bagi jutaan pendukung yang telah menunggu bertahun-tahun, dalam puluhan tahun, untuk momen ini," demikian pernyataan itu melanjutkan.
Pernyataan bersama ini menolak keras karakterisasi Ceferin dan menegaskan keyakinan bahwa pertumbuhan sepak bola harus terus menciptakan peluang, menginspirasi generasi baru, dan memperkuat sifat global sejati dari permainan. "Kami menolak komentar Presiden UEFA dan menegaskan kembali keyakinan kami bahwa pertumbuhan sepak bola harus terus menciptakan peluang, menginspirasi generasi baru, dan memperkuat sifat global sejati dari permainan kami," tambah pernyataan tersebut.
Perluasan Piala Dunia 2026 dan Kontroversi yang Mengikutinya
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 tim, meningkat dari 32 tim pada edisi sebelumnya. Turnamen ini akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kebijakan perluasan ini sejak awal menuai pro dan kontra, terutama dari federasi sepak bola Eropa yang khawatir akan penurunan kualitas pertandingan fase grup.
Hingga berita ini diturunkan, Presiden UEFA Aleksander Ceferin belum memberikan tanggapan resmi atas kecaman dari 13 negara peserta tersebut. UEFA juga belum mengeluarkan pernyataan terkait polemik ini.