SULAWESI UTARA — Pertandingan pembuka Grup B Piala Dunia 2026 antara Afrika Selatan dan Meksiko berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk El Tri. Namun sorotan justru tertuju pada Sithole, pemain berusia 25 tahun yang bermain untuk klub Portugal, Belenenses.
Dua Blunder Fatal dalam Satu Laga
Sithole menjadi aktor utama di balik kehancuran Afrika Selatan. Ia melakukan dua kesalahan krusial yang langsung berujung pada gol Meksiko dan kartu merah yang diterimanya.
Blunder pertama terjadi pada menit ke-23 ketika umpan baliknya yang lemah berhasil dipotong striker Meksiko. Gol tersebut membuka keunggulan bagi lawan dan membuat Afrika Selatan bermain dalam tekanan.
Kartu Merah Perdana yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Memasuki babak kedua, Sithole kembali melakukan kesalahan. Tekel kasarnya dari belakang terhadap gelandang Meksiko membuat wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa ragu.
Keputusan itu menjadikan Sithole pemain pertama yang diusir wasit di Piala Dunia 2026. Dengan keunggulan jumlah pemain, Meksiko semakin leluasa mengontrol permainan dan menambah dua gol tambahan.
Perjalanan Karier Sithole Sebelum Momen Kelam
Sebelum laga kontra Meksiko, Sithole dikenal sebagai gelandang bertahan yang cukup disiplin. Ia menjalani debut internasional pada 2022 dan tampil dalam 18 pertandingan bersama Afrika Selatan.
Di level klub, Sithole bergabung dengan Belenenses pada 2023 setelah pindah dari akademi lokal Afrika Selatan. Performanya di Liga Portugal menjadi alasan pelatih Afrika Selatan mempercayakannya sebagai starter di laga pembuka Piala Dunia.
Konsekuensi Bagi Afrika Selatan
Kekalahan ini menempatkan Afrika Selatan di dasar klasemen Grup B. Sithole dipastikan absen pada pertandingan berikutnya melawan Argentina karena hukuman akumulasi kartu merah.
Pelatih Afrika Selatan harus segera mencari pengganti di lini tengah. Tanpa Sithole, tim menghadapi tugas berat untuk bangkit dari keterpurukan di turnamen paling bergengsi dunia ini.