MANADO — Pergerakan harga emas dunia masih menunjukkan prospek positif dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Geraldo Kofit, harga XAU/USD pada grafik empat jam (H4) berhasil mempertahankan struktur bullish setelah bertahan di atas area support penting di kisaran 4.328 dolar AS.
Terbentuknya swing low baru di level tersebut menjadi sinyal bahwa minat beli kembali muncul ketika harga berada di zona support. “Selama area tersebut tetap bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar,” ujar Geraldo dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (17/6).
Target Kenaikan: 4.354 hingga 4.369 Dolar AS
Jika momentum positif berlanjut, harga emas diperkirakan akan menguji level resistance pertama di area 4.354 dolar AS. Apabila level tersebut berhasil ditembus, ruang kenaikan terbuka hingga resistance berikutnya di kisaran 4.369 dolar AS. Kedua level ini menjadi perhatian investor sebagai target penguatan jangka pendek.
Dari sisi indikator teknikal, Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought. Meski mendekati zona jenuh beli, belum muncul sinyal pelemahan momentum yang signifikan. Tekanan beli dinilai masih cukup dominan untuk menjaga kenaikan harga emas.
Faktor Fundamental: Dolar Melemah, Yield Obligasi Turun
Dari sisi fundamental, emas mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, kekhawatiran perlambatan pertumbuhan, serta dinamika geopolitik mendorong investor mengalihkan dananya ke instrumen yang lebih aman.
Pelemahan dolar Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif. Ketika nilai tukar dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield membuat biaya peluang menyimpan emas lebih rendah, menjadikannya kembali menarik sebagai pilihan investasi.
Kebijakan Federal Reserve Jadi Sorotan
Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah investor memperkirakan bank sentral AS berpotensi mengambil sikap lebih longgar apabila data ekonomi seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas manufaktur menunjukkan perlambatan. Ekspektasi tersebut berpotensi menekan pergerakan dolar AS sekaligus memberikan tambahan sentimen positif bagi harga emas.
Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih cukup terbuka. Struktur teknikal yang tetap bullish, terbentuknya swing low baru, serta indikator yang mendukung kenaikan menjadi sinyal bahwa momentum beli belum berakhir. Selama harga bertahan di atas area support 4.328 dolar AS, peluang menuju resistance 4.354 hingga 4.369 dolar AS dinilai masih besar dalam jangka pendek.