Pencarian

NewCore Kumpulkan Rp 1 Triliun untuk Kelola Identitas AI Agent, Bukan Manusia

Selasa, 16 Juni 2026 • 16:38:31 WIB
NewCore Kumpulkan Rp 1 Triliun untuk Kelola Identitas AI Agent, Bukan Manusia
NewCore raih pendanaan Rp 1 triliun untuk kelola identitas AI agent.

SULAWESI UTARA — NewCore, startup keamanan siber asal Israel-Amerika Serikat, mengantongi pendanaan seed senilai $66 juta (sekitar Rp 1,08 triliun) yang dipimpin oleh Cyberstarts, dengan partisipasi Index Ventures dan Evolution Equity Partners. Putaran ini menempatkan valuasi NewCore di angka $300 juta (sekitar Rp 4,9 triliun) pasca-investasi.

Perusahaan yang didirikan oleh Zohar Alon (CEO), Amihai Neiderman (CTO), dan Erez Yarkoni (CCO) ini hadir dengan tesis sederhana: sistem identitas perusahaan yang ada saat ini — seperti Okta atau Microsoft Entra — tidak dirancang untuk menangani ledakan jumlah AI agent. Alon, yang sebelumnya mendirikan startup keamanan cloud Dome9 sebelum diakuisisi Check Point, menyebut platform identitas berusia 15-20 tahun itu akan jebol jika dipaksa mengelola ribuan AI agent.

"Kami tahu pasti bahwa skala dan kompleksitas yang akan ditambahkan oleh AI agent ke platform identitas berusia 15 atau 20 tahun akan menghancurkannya," kata Alon kepada TechCrunch.

Bukan Sekadar Akun Mesin Biasa

NewCore membedakan diri dengan memperlakukan AI agent sebagai "first-class identity" — entitas digital yang punya izin akses, siklus hidup, dan mekanisme pencabutan sendiri. Ini berbeda dengan pendekatan tradisional yang mengelompokkan AI agent sebagai service account atau machine credentials biasa.

Platform ini menggunakan arsitektur "split-key" yang membagi kredensial identitas kritis antara pelanggan dan platform. Tujuannya: menghilangkan satu titik kegagalan tunggal yang bisa diretas.

NewCore juga menawarkan paket integrasi "Agentic Skill" untuk coding assistant seperti Claude Code (Anthropic), Codex (OpenAI), dan Cursor. Dengan paket ini, AI coding bisa mengakses sistem perusahaan sebagai identitas terkelola — bukan melalui kredensial yang dibagikan manual. Karyawan juga bisa menggunakan aplikasi mobile NewCore untuk memberi, meninjau, dan mencabut akses AI agent kapan saja.

AI Agent Bisa Lebih Banyak dari Karyawan Manusia

Fenomena AI agent sebagai "rekan kerja" sudah dimulai. Goldman Sachs tahun lalu menguji coba AI coding agent Devin sebagai karyawan baru. McKinsey pada awal tahun ini mengklaim 25.000 AI agent sudah bekerja berdampingan dengan 60.000 karyawannya. Di Indonesia, tren serupa mulai terlihat di perusahaan teknologi dan perbankan yang mengadopsi AI untuk otomatisasi proses bisnis.

Alon memprediksi AI agent bisa melampaui jumlah karyawan manusia di banyak perusahaan teknologi dalam beberapa tahun ke depan. Pandangan ini sejalan dengan pernyataan ketua TCS, N. Chandrasekaran, yang mengatakan AI agent bisa menyamai ukuran tenaga kerja perusahaan IT India tersebut.

"Ini tidak bisa dihindari," kata Alon. "Pertanyaannya adalah apakah kita akan membangun pagar pengamannya tepat waktu."

Kapan Tersedia dan Berapa Harganya?

Saat ini NewCore sudah digunakan oleh kurang dari 10 pelanggan dan lebih dari 10 mitra desain. Perusahaan yang sudah memiliki lebih dari 50 karyawan di AS dan Israel ini berencana mulai mengenakan biaya kepada pelanggan pada musim panas 2025. Belum ada informasi mengenai ketersediaan atau harga untuk pasar Indonesia.

Bagi perusahaan yang mulai bereksperimen dengan AI agent — baik untuk coding, layanan pelanggan, atau otomatisasi internal — NewCore menawarkan solusi yang patut dipantau. Masalah keamanan identitas untuk AI pekerja digital bukan lagi skenario fiksi ilmiah, melainkan tantangan operasional yang mulai nyata.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks