SULAWESI UTARA — Asus menghadirkan pendekatan baru di segmen mini PC lewat Ascent QN10. Alih-alih menggunakan prosesor Intel atau AMD di dalam kotak hitam plastik, perangkat ini menjadi yang pertama dari Asus yang mengusung sistem-on-chip (SoC) Snapdragon X2 Elite buatan Qualcomm. Saya berkesempatan melihat dan memegang langsung perangkat ini di ajang Computex 2026, jauh dari keramaian pengunjung.
Spesifikasi Utama
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon X2 Elite
- RAM: Tertanam (non-upgradeable) — sesuai arsitektur Snapdragon
- Storage: Dua slot M.2, masing-masing mendukung hingga 2 TB (total 4 TB)
- Port Depan: 2x USB4 (40 Gbps, DisplayPort 1.4, Power Delivery), 1x jack 3.5mm, 2x USB-A
- Port Belakang: 1x USB4, 2x USB-A, HDMI 2.1, 2.5 Gigabit Ethernet, barrel power
- Dimensi: 5,1 x 5,1 x 1,5 inci
- Pendingin: Dual fan internal dengan saluran udara terpisah untuk CPU dan SSD
Desain Premium dan Sistem Pendingin Cerdas
Ascent QN10 hadir dalam bentuk balok persegi sempurna berwarna silver dengan lapisan aluminium anodized. Ukurannya lebih kecil dibandingkan Asus NUC 14 Pro varian tinggi dan NUC 16 Pro yang berbentuk persegi panjang. Port USB4 di bagian depan menjadi nilai tambah, terutama untuk pengguna yang sering memindahkan data dari hard drive eksternal atau menghubungkan dua monitor portabel sekaligus.
Satu hal yang menarik adalah sistem pendinginnya. Asus membagi saluran pembuangan udara panas di sisi kanan dengan sekat aluminium horizontal. Tujuannya, agar panas dari SSD PCIe Gen 5 yang cenderung lebih tinggi tidak bercampur dengan panas dari CPU. Sisi kiri tetap memiliki ventilasi vertikal utuh untuk menarik udara dingin.
Kekurangan yang Perlu Dicatat
Meski tampil premium, Ascent QN10 memiliki beberapa keterbatasan yang mungkin mengecewakan pengguna setia mini PC. Pertama, tidak ada mekanisme toolless untuk membuka casing — Anda tetap perlu obeng untuk mengakses slot M.2. Kedua, karena arsitektur Snapdragon, RAM tidak bisa ditambah setelah pembelian.
Yang paling mencolok, Ascent QN10 tidak mendukung pemasangan VESA. Artinya, perangkat ini tidak bisa disembunyikan di belakang monitor seperti kebanyakan mini PC Asus lainnya. “Saya pikir Asus ingin perangkat ini duduk di atas meja, bukan tersembunyi,” tulis jurnalis yang melihat langsung perangkat tersebut. Sayangnya, tidak ada pemindai sidik jari pada tombol daya sebagai kompensasi keamanan.
Target Pasar dan Posisi Kompetitif
Dengan chip Snapdragon X2 Elite yang sudah teruji di laptop-laptop sebelumnya, potensi performa Ascent QN10 cukup menjanjikan — terutama untuk tugas-tugas AI lokal seperti pemrosesan gambar atau asisten suara. Asus menempatkan perangkat ini sebagai alternatif bagi pengguna Windows yang selama ini melirik Mac mini M4, dengan keunggulan port yang lebih lengkap dan desain yang lebih ekspresif.
Namun, absennya opsi upgrade RAM dan dukungan VESA membuat perangkat ini kurang fleksibel untuk pengguna yang terbiasa dengan NUC atau ExpertCenter. Bagi pengguna yang menginginkan mini PC kecil, bertenaga, dan siap pakai — tanpa perlu repot upgrade — Ascent QN10 layak masuk daftar tunggu.
Ketersediaan
Asus belum mengumumkan harga resmi dan jadwal ketersediaan global, termasuk Indonesia. Kami akan memperbarui informasi ini begitu ada pengumuman resmi dari Asus Indonesia. Sampai saat ini, perangkat masih dalam status pameran dan belum memasuki tahap pengiriman untuk review.