SULAWESI UTARA — PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menuntaskan program BUMA School tahun ajaran 2025/2026 dengan 200 siswa dari 10 SMK, di mana 170 di antaranya meraih sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini menjadi upaya anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) memperpendek jarak antara keterampilan lulusan SMK dan kebutuhan nyata industri tambang.
Sejak 2018, BUMA School telah menjangkau 2.236 siswa, meningkatkan kapasitas 32 guru, dan bermitra dengan 16 SMK di tujuh provinsi. Penutupan rangkaian program tahun ini digelar dengan melibatkan langsung 10 kepala sekolah dan 10 guru penanggung jawab dari sekolah mitra, disertai workshop soft skills bertema Continuous Improvement.
Dari Seleksi sampai Sertifikasi
BUMA School tidak berhenti pada pelatihan teknis. Rangkaiannya mencakup seleksi, pembelajaran teknis, pengembangan soft skills, pembinaan mental dan fisik (Bintalsik), praktik kerja industri, hingga sertifikasi kompetensi.
Pembelajaran ditopang Learning Management System (LMS) agar materi selaras dengan standar industri. Pada tahun ajaran 2025/2026, peserta berasal dari 10 SMK di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Seluruh peserta menuntaskan program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Sebanyak 20 siswa di antaranya menjalani praktik kerja industri di BUMA Rebuild Center, Balikpapan.
Siapa yang Menjalankan Program
BUMA berperan sebagai pemilik program, sementara PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU) — anak usaha sekaligus social arm BUMA International Group — bertindak sebagai implementor. Materi dirancang agar siswa mengenal kondisi kerja sebenarnya: aspek keselamatan, kedisiplinan, kompetensi teknis, dan budaya kerja.
Direktur Utama BUMA Dian Sofia Andyasuri menyebut program ini bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pendidikan vokasi.
"Melalui BUMA School, kami ingin membawa pengetahuan dan pengalaman tersebut lebih dekat kepada siswa sejak masih di bangku SMK, sehingga apa yang mereka pelajari di sekolah semakin relevan dengan kompetensi dan standar yang benar-benar dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Dampak ke Sekolah dan Lulusan
SMKN 5 Sidrap merasakan manfaat langsung. Mardin Umar, Kepala Jurusan Prodi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari sekolah itu, menilai program membantu menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
"BUMA School memberikan dampak yang sangat positif bagi sekolah. Melalui program tersebut, siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri, sementara sekolah mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi yang diberikan," ungkap Mardin.
Bagi alumni, bekal itu terasa saat masuk dunia kerja. Oktavian Dwi S, kini mekanik di BUMA, menyebut program membangun kepercayaan diri lewat pembelajaran langsung dari praktisi industri.
"Program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri saya untuk memasuki dunia kerja melalui pembelajaran langsung dari para praktisi industri," ujarnya.
Hingga kini, lebih dari 400 alumni BUMA School terserap di BUMA maupun perusahaan lain.
Langkah Berikutnya
BUMA melanjutkan program melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat SMK: SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong. Penambahan mitra ini memperluas jangkauan pelatihan vokasi di wilayah operasi perusahaan.
Bagi BUMA, kolaborasi sekolah-industri menjadi jalur praktis menyiapkan tenaga mekanik terampil sekaligus memperkuat pasokan SDM di sektor pertambangan nasional.