Pencarian

Teknologi AI Flood Eye Pantau Debit Air dan Peringatan Dini Banjir di Semarang

Kamis, 29 Oktober 2026 • 11:03:01 WIB
Teknologi AI Flood Eye Pantau Debit Air dan Peringatan Dini Banjir di Semarang
Teknologi Flood Eye berbasis AI dan IoT dipasang di Meteseh, Semarang, untuk memantau debit air dan memperkuat peringatan dini banjir.

SULAWESI UTARA — Teknologi Flood Eye berbasis kecerdasan artifisial dan IoT resmi dipasang di Meteseh, Semarang, untuk memantau debit air sekaligus memperkuat sistem peringatan dini banjir. Pemasangan di kawasan rawan genangan itu menggabungkan sensor lapangan dengan analisis AI untuk membaca ancaman banjir lebih cepat. Langkah tersebut menyasar warga dan otoritas lokal yang selama ini bergantung pada pengamatan manual saat musim hujan.

Apa yang Dipantau Flood Eye

Sistem ini bekerja dengan menempatkan sensor di titik-titik aliran air untuk merekam ketinggian dan laju debit. Data dari sensor dikirim ke sistem pemrosesan yang dianalisis menggunakan AI, sehingga perubahan kondisi bisa terdeteksi tanpa harus menunggu laporan warga.

Pendekatan sensor plus AI itu memungkinkan pemantauan berjalan terus-menerus, termasuk pada jam-jam rawan ketika petugas tidak selalu berada di lokasi.

Mengapa Meteseh Dipilih

Meteseh masuk kategori wilayah yang berulang kali menghadapi ancaman banjir di Semarang. Penempatan teknologi di kawasan tersebut membuat peringatan dini lebih dekat ke sumber masalah, bukan hanya di level kota.

Bagi warga, jeda antara deteksi dan respons menjadi lebih pendek. Bagi otoritas, data debit air memberi dasar untuk memutuskan kapan evakuasi atau penanganan darurat perlu dimulai.

Peran AI dan IoT dalam Peringatan Dini

Kombinasi AI dan IoT menjadi arah baru pengelolaan risiko banjir di kota-kota Indonesia. Sensor menangani pengumpulan data lapangan, sementara AI mengolah pola untuk memperkirakan kenaikan debit sebelum kondisi memburuk.

Model semacam ini tidak menggantikan pengecekan manual sepenuhnya. Fungsinya mempercepat informasi sampai ke pihak yang berwenang dan warga yang tinggal di sekitar aliran air.

Kesiapan Infrastruktur Jadi Kunci

Keandalan Flood Eye bergantung pada pasokan listrik, koneksi data, dan perawatan sensor di lapangan. Tanpa ketiganya, aliran data bisa terputus justru saat cuaca ekstrem melanda.

Pemerintah kota dan pengelola sistem perlu memastikan perangkat tetap berfungsi di tengah hujan deras, kondisi yang paling dibutuhkan untuk peringatan dini.

Pemasangan di Meteseh menjadi uji nyata bagi penerapan AI dan IoT untuk mitigasi banjir di Indonesia. Jika terbukti andal, model serupa bisa direplikasi ke kawasan rawan banjir lain di Semarang dan kota-kota pesisir yang menghadapi persoalan serupa.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks