SULAWESI UTARA — Electronic Arts resmi menutup BioWare, studio legendaris di balik Mass Effect dan Dragon Age, pada 21 Oktober 2026. Penutupan ini membatalkan pengembangan awal game Mass Effect berikutnya dan berdampak pada sekitar 50 pekerja BioWare, bagian dari pemangkasan 400 posisi di seluruh EA.
BioWare didirikan pada 1995 dan diakuisisi EA pada 2007. Surat terbuka yang terbit 22 Oktober 2026 menyebut studio serta kantor pengembangannya di Edmonton, Kanada, ikut ditutup. Tim kecil yang mengerjakan tahap awal Mass Effect juga kehilangan pekerjaan.
Berapa Banyak Posisi yang Terdampak?
Pemangkasan mencakup sekitar 400 posisi di seluruh tubuh EA, setara 3% dari total tenaga kerja perusahaan. Dari jumlah itu, sekitar 50 pekerja BioWare terdampak langsung.
EA menyebut keputusan ini bagian dari strategi memusatkan sumber daya pada proyek yang dinilai punya peluang pertumbuhan lebih besar.
Warisan RPG yang Kini Berhenti di Sini
BioWare membangun reputasinya lewat RPG yang mengutamakan cerita, pilihan pemain, dan hubungan antarkarakter. Baldur's Gate, Neverwinter Nights, Mass Effect, dan Dragon Age menjadi fondasi warisan studio ini.
Namun perjalanan beberapa tahun terakhir tidak mulus. Mass Effect: Andromeda mendapat respons kurang baik, Anthem gagal memenuhi harapan, dan Dragon Age: The Veilguard tidak mencapai target penjualan EA.
Proyek Apa yang Masih Dilanjutkan EA?
EA tetap berinvestasi pada Battlefield, Apex Legends, game Star Wars Jedi berikutnya, dan proyek Marvel's Iron Man. Prioritas pengembangan The Sims juga berubah: Project Lotus dihentikan sementara demi Project Evergreen.
Tim pengembang game Skate turut diperkecil skalanya. Langkah ini memperlihatkan arah EA yang makin selektif terhadap portofolio produknya.
Dampak ke Penggemar dan Pasar Game Global
Penutupan BioWare memupus harapan penggemar yang menantikan kembalinya seri fiksi ilmiah Mass Effect. Bagi industri, ini menandai berakhirnya salah satu studio RPG paling berpengaruh asal Kanada.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, konsolidasi seperti ini menegaskan tekanan efisiensi yang melanda penerbit game besar. Studio dengan rekam jejak panjang pun tidak kebal pemangkasan.