MANADO — Rombongan Pemprov Sulawesi Utara tiba di Melbourne dan disambut Konsul Jenderal RI Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo. Konser pembuka MSUC berlangsung di KJRI Melbourne pada Rabu malam, 21 Oktober 2026, di bawah arahan Artistic Director Prof. André de Quadros dan Choir Advisor Standius Bara Prima Lumbaa.
Kehadiran Anik Yulius Selvanus melampaui dukungan terhadap paduan suara mahasiswa. Sebagai Ketua Dekranasda Sulut, ia memanfaatkan kunjungan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah dan potensi ekonomi kreatif kepada pasar Australia.
Misi Dagang hingga Business Matching di Melbourne
Sejumlah agenda strategis berjalan paralel dengan tur konser MSUC. Pemprov Sulut menggelar misi dagang ekonomi kreatif, Business-to-Business (B2B) Business Matching, dan Festival Indonesia selama lima hari di Melbourne.
Business matching diarahkan mempertemukan pelaku usaha Sulut dengan mitra dagang Australia. Skema ini membuka jalur kemitraan baru bagi UMKM dan produsen lokal yang ingin menembus pasar global.
Empat Agenda Bersama Diaspora Kawanua
Rangkaian kunjungan juga mencakup empat kegiatan bersama komunitas Kawanua di Melbourne. Diaspora Kawanua diposisikan sebagai jembatan promosi produk lokal, pembangunan jejaring usaha, serta penguat hubungan sosial budaya antara warga Sulut dan WNI di Australia.
Sinergi seni, budaya, dan ekonomi kreatif menjadi kerangka utama kunjungan ini. Sulut berupaya mengoptimalkan potensi daerah di tingkat global sekaligus mempererat persahabatan Indonesia-Australia.
MSUC dan Peluang Pasar Global bagi Pelaku Usaha Daerah
Penampilan MSUC di Melbourne memperkenalkan kualitas paduan suara dan kekayaan budaya Sulut ke panggung internasional. Di sisi lain, agenda business matching diharapkan membuka peluang kemitraan baru bagi pelaku usaha daerah.
Pemprov Sulut menempatkan promosi budaya sebagai pintu masuk diplomasi ekonomi. Konser, festival, dan pertemuan bisnis dirangkai dalam satu paket kunjungan agar dampaknya tidak berhenti pada panggung seni.