SULAWESI UTARA — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berangkat ke China dan India pada Selasa (27/10/2026) untuk menjajaki kontrak pengadaan BBM jangka panjang. Langkah ini ditempuh setelah konflik Timur Tengah mengganggu jalur distribusi minyak global. Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir tahun.
Kementerian ESDM menyatakan penjajakan pasokan ke dua negara Asia itu bertujuan mengamankan kepastian stok dalam negeri, bukan menambah volume impor secara signifikan. Bahlil menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026), sehari sebelum keberangkatan.
"Saya akan berangkat ke beberapa negara, termasuk India, China, dan beberapa negara, untuk mendapatkan kepastian pasokan," ujar Bahlil.
Stok Pertalite dan Solar di Kisaran 16-20 Hari
Cadangan BBM nasional saat ini berada di rentang 16 hingga 20 hari, sesuai standar minimum yang ditetapkan pemerintah. Bahlil meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar di SPBU.
"Rakyat Indonesia, tenang! Insya Allah saya memberikan jaminan atas arahan dan perintah Bapak Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional," tegasnya.
Kebutuhan Solar disebut sudah sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Artinya, ketergantungan impor untuk jenis bahan bakar ini tidak lagi menjadi persoalan utama.
Harga Pertalite Tidak Naik meski ICP Berfluktuasi
Pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menegaskan tidak ada penyesuaian harga dalam periode tersebut.
"Saya tegaskan tidak naik," ujarnya.
Anggaran subsidi dan kompensasi BBM dinilai masih terkendali. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kini berada di kisaran 72-75 dolar AS per barel. Penyesuaian anggaran telah dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"BBM subsidi tidak boleh naik sampai akhir tahun. Segala penyesuaian anggaran telah dikoordinasikan secara matang bersama Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian," jelas Bahlil.
Fasilitas Storage Dalam Negeri untuk Memangkas Jalur Impor
Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di dalam negeri. Tujuannya mempercepat distribusi impor crude sehingga kapal tidak perlu singgah di negara ketiga sebelum tiba di Indonesia.
"Supaya kalau kita impor crude, tidak lagi mampir di negara A, negara B, negara C. Jadi, langsung ke Indonesia," kata Bahlil.
Diversifikasi sumber juga diperluas ke negara-negara Afrika. Sekitar 23 persen pengiriman minyak Indonesia sebelumnya melewati Selat Hormuz, jalur yang rawan terganggu akibat konflik Timur Tengah.
Indonesia sudah mengimpor minyak mentah dari Rusia lewat skema government-to-government. Pada tahap pertama Juni 2026, impor mencapai 770.000 barel senilai sekitar 75 juta dolar AS berdasarkan data Bea Cukai.
Pertamina Pantau Stok Harian Bersama ESDM dan BPH Migas
PT Pertamina (Persero) memantau ketersediaan BBM setiap hari bersama Kementerian ESDM dan BPH Migas. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan stok nasional masih aman.
"Kegiatan kilang, pengadaan, dan distribusi terus berjalan, dan stok dipantau setiap hari bersama Kementerian ESDM dan BPH Migas," ujar Baron, Selasa (27/10/2026).
Pengadaan dari luar negeri tetap dilakukan sebagai pelengkap pasokan domestik. Pertamina menyebut Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2026 memperluas pilihan sumber pasokan energi, sehingga pengadaan tidak bergantung pada satu negara pemasok.