SULAWESI UTARA — PT Astra Graphia Tbk (ASGR) membukukan laba bersih Rp209 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, naik sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ditopang pendapatan bersih yang naik 4 persen menjadi Rp2,35 triliun. Segmen Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi masih menjadi mesin utama bisnis Astragraphia.
Presiden Direktur Astragraphia Hendrix Permana menyatakan capaian laba hingga kuartal III-2026 mencerminkan implementasi strategi dan rencana kerja perusahaan yang berjalan konsisten. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi pada Rabu (28/10/2026).
Operational Excellence dan Digitalisasi Jadi Penopang Kinerja
Hendrix menyebut sejumlah faktor yang menopang kinerja keuangan perseroan. Faktor tersebut mencakup penerapan operational excellence, pengelolaan arus kas yang baik, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan.
"Kinerja tersebut didukung oleh penerapan operational excellence, pengelolaan arus kas yang baik, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan," kata Hendrix dalam keterangan resmi tersebut.
Dari sisi pendapatan, ASGR mencatat kenaikan 4 persen menjadi Rp2,35 triliun. Angka itu menunjukkan pertumbuhan bisnis yang lebih lambat dibanding lonjakan laba bersih, sehingga ada indikasi perbaikan efisiensi dan margin di level operasional.
Solusi Dokumen dan TI Masih Jadi Motor Bisnis
Segmen Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi tetap menjadi kontributor utama bisnis Astragraphia. Segmen Solusi Dokumen mencakup produk dan layanan pengelolaan dokumen untuk kebutuhan perusahaan.
Layanan itu dijalankan dengan dukungan kemitraan distribusi dan layanan purnajual bersama Fujifilm Business Innovation. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat posisi di pasar pengelolaan dokumen korporasi.
Perseroan menyatakan akan terus memperkuat bisnis guna meningkatkan kinerja keuangan ke depan. Fokus penguatan diarahkan pada segmen yang sudah menjadi tulang punggung pendapatan, yakni dokumen dan teknologi informasi.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham ASGR
Kenaikan laba bersih 15 persen menjadi Rp209 miliar memberi ruang bagi ASGR untuk menjaga profitabilitas di tengah pertumbuhan pendapatan yang moderat. Bagi investor, kombinasi pendapatan naik 4 persen dan laba naik 15 persen menandakan perbaikan kualitas laba, bukan sekadar ekspansi volume.
Sebagai bagian dari Astra Group, ASGR memiliki basis pelanggan korporasi yang luas untuk layanan pengelolaan dokumen. Kinerja kuartal III-2026 menjadi indikator awal bagaimana strategi digitalisasi proses bisnis berdampak pada efisiensi biaya perseroan.