Pencarian

BMKG: 87,82% Wilayah Sulawesi Utara Berada di Bawah Normal, El Niño Sangat Kuat Picu Kekeringan Oktober 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 • 11:01:01 WIB
BMKG: 87,82% Wilayah Sulawesi Utara Berada di Bawah Normal, El Niño Sangat Kuat Picu Kekeringan Oktober 2026
Peta analisis BMKG menunjukkan 87,82% wilayah Sulawesi Utara berada di bawah normal curah hujan pada dasarian II Oktober 2026.

MANADO — Analisis BMKG untuk dasarian II Oktober 2026 menempatkan 80,81% wilayah dalam kategori curah hujan rendah, dengan 87,82% di antaranya berada di bawah normal. Aliran massa udara di Indonesia didominasi angin timuran tanpa belokan, kondisi yang menghambat pertumbuhan awan hujan di banyak daerah.

Kelembapan udara permukaan tercatat di kisaran 50-81%, sementara suhu rata-rata permukaan berkisar 25-28°C. Kombinasi kelembapan rendah dan suhu hangat mempercepat penguapan air tanah di lahan pertanian warga.

Mengapa El Niño Kali Ini Disebut Sangat Kuat

Indeks Osilasi Dipole mencapai +0.765, sementara anomali suhu permukaan laut di region Nino3.4 tercatat +3.19. Angka itu menempatkan El Niño tahun ini pada kategori sangat kuat.

Angin timuran yang mendominasi tanpa belokan membuat massa udara kering dari Australia bergerak ke arah Indonesia. Dampaknya, potensi hujan di Sulawesi Utara menyusut signifikan dibanding periode normal.

Wilayah Mana yang Paling Terdampak

BMKG mencatat 80,81% wilayah masuk kategori curah hujan rendah. Sulawesi Utara termasuk provinsi yang paling terpukul, bersama sejumlah daerah lain di Indonesia.

Peringatan dini kekeringan meteorologis berlaku di beberapa wilayah. Prediksi kondisi ini berlanjut hingga dasarian I November 2026, sehingga risiko kekeringan berpotensi membesar dalam beberapa pekan ke depan.

Apa yang Perlu Disiapkan Warga dan Pemda

Masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan kekeringan yang lebih parah pada bulan-bulan mendatang. Pemerintah setempat perlu menyiapkan langkah mitigasi, mulai dari pemantauan sumber air hingga cadangan pangan.

Para ahli memperingatkan bahwa El Niño sangat kuat dapat memengaruhi pola cuaca dan iklim Indonesia ke depan. Pemantauan berkala atas indeks IOD dan anomali SST Nino3.4 menjadi kunci untuk membaca arah kondisi cuaca berikutnya.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: totabuan.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks