MANADO — Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara, Aris Yunatas, mengumumkan peringatan dini curah hujan untuk periode 11-20 Oktober 2026. Peringatan itu menyebut tidak ada potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara. Wilayah yang masuk kategori awas membentang dari daratan hingga kawasan kepulauan.
Daftar Wilayah Kategori Awas
Sebanyak 15 kabupaten dan kota ditetapkan berstatus awas kekeringan meteorologis. Delapan wilayah berada di daratan Sulawesi Utara, sisanya tersebar di kawasan kepulauan.
- Bolaang Mongondow
- Bolaang Mongondow Utara
- Bolaang Mongondow Timur
- Bolaang Mongondow Selatan
- Kotamobagu
- Bitung
- Manado
- Tomohon
- Minahasa
- Minahasa Tenggara
- Minahasa Selatan
- Minahasa Utara
- Kepulauan Sitaro
- Kepulauan Sangihe
- Kepulauan Talaud
Kecamatan di Bolaang Mongondow dan Kotamobagu
Di Kabupaten Bolaang Mongondow, potensi kekeringan meliputi Kecamatan Passi Barat, Sangtombolang, Dumoga Tengah, Dumoga Barat, Dumoga Timur, Dumoga Utara, Lolak, Bolaang, Lolayan, Poigar, Passi Timur, Bolaang Timur, Bilalang, dan Dumoga Tenggara.
Bolaang Mongondow Utara mencakup Kecamatan Sangkub, Bintauna, Bolangitang Timur, Bolangitang Barat, Kaidipang, dan Pinogaluman. Sementara Bolaang Mongondow Timur meliputi Tutuyan, Motongkad, Kotabunan, Nuangan, Modayag, dan Modayag Barat.
Di Bolaang Mongondow Selatan, wilayah berpotensi terdampak adalah Kecamatan Pinolosian Timur, Tomini, dan Helumo. Kota Kotamobagu masuk seluruhnya, yakni Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Timur, Kotamobagu Utara, dan Kotamobagu Barat.
Bitung, Manado, dan Tomohon
Kota Bitung berstatus awas di Kecamatan Maesa, Ranowulu, Aertembaga, Matuari, Lembeh Utara, dan Madidir. Cakupan di Kota Manado lebih luas dengan 11 kecamatan: Malalayang, Mapanget, Bunaken, Tuminting, Tikala, Bunaken Kepulauan, Paal Dua, Wenang, Sario, Singkil, dan Wanea.
Kota Tomohon meliputi Tomohon Barat, Tomohon Selatan, dan Tomohon Timur. Sejumlah kecamatan di kabupaten dan kota lain juga tercatat dalam daftar wilayah kategori awas yang sama.
Risiko Kebakaran Lahan hingga Krisis Air Bersih
Kekeringan meteorologis berdampak langsung pada dua hal yang paling dekat dengan warga: pasokan air bersih harian dan potensi kebakaran lahan. Sumur dan mata air di kawasan perdesaan berisiko mengering lebih cepat ketika curah hujan nol selama sepuluh hari berturut-turut.
Lahan kering di sekitar permukiman dan kebun warga menjadi titik rawan kebakaran. BMKG meminta masyarakat memantau kondisi lingkungan dan menghemat pemakaian air selama periode dasarian II Oktober 2026.
Apa Langkah Selanjutnya?
Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara menyatakan peringatan ini berlaku hingga 20 Oktober 2026. Pembaruan prakiraan curah hujan akan dirilis untuk periode dasarian berikutnya. Warga di wilayah kategori awas disarankan mengikuti informasi resmi BMKG secara berkala.