Pencarian

Sekdes Paret Bantah Ketua APRI Boltim, Sebut Sungai Belum Dinormalisasi dan 1.000 Warga Tak Bergantung Alat Berat

Selasa, 27 Oktober 2026 • 13:31:32 WIB
Sekdes Paret Bantah Ketua APRI Boltim, Sebut Sungai Belum Dinormalisasi dan 1.000 Warga Tak Bergantung Alat Berat
Sekdes Paret, Marselino Ratuliu, membantah klaim normalisasi Sungai Paret dari hulu ke hilir.

BOLTIM — Marselino Ratuliu mempersoalkan tiga poin utama dari pernyataan Hendra Abarang: klaim normalisasi Sungai Paret dari hulu ke hilir, angka 1.000 warga Desa Paret yang disebut menggantungkan hidup pada alat berat, dan waktu operasional pertambangan. Menurut Marselino, warga yang tinggal di Paret lebih mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Klaim Normalisasi Hulu ke Hilir Dipertanyakan

Marselino membantah pernyataan bahwa Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menormalisasi Sungai Paret secara menyeluruh sejak alat berat beroperasi di kawasan tersebut. Ia menyebut sungai saat ini justru mengalami pendangkalan.

"Pertama, dia bilang sudah dinormalisasi dari hulu ke hilir. Itu tidak benar. Balai sungai tidak pernah melakukan normalisasi dari hulu ke hilir semenjak ada alat berat yang beraktivitas di Sungai Paret. Kami yang tinggal di Paret jadi lebih tahu terkait masalah ini," kata Marselino.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat upaya normalisasi berpotensi tidak efektif bila aktivitas alat berat terus berlangsung tanpa solusi konkret. Marselino menilai persoalan sungai berkaitan langsung dengan keselamatan warga, terutama saat musim penghujan tiba.

Bantah Angka 1.000 Warga Bergantung pada Alat Berat

Marselino juga membantah klaim sekitar 1.000 warga Desa Paret menggantungkan hidup pada aktivitas pertambangan menggunakan alat berat. Ia menyebut tidak semua warga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut, dan pekerja di lokasi tidak seluruhnya berasal dari Desa Paret.

"Kalau dia bilang satu kampung Paret ada 1.000 orang bergantung hidup dari aktivitas alat berat, itu tidak benar. Sebelum ada alat berat, orang Paret tetap hidup dengan mencari batu di sungai, bukan baru setelah menggunakan ekskavator," tuturnya.

Marselino mempertanyakan dasar penyebutan angka tersebut. Menurutnya, kepentingan ekonomi warga perlu diperhatikan, tetapi tidak seharusnya dijadikan alasan mengesampingkan potensi kerusakan lingkungan.

"Yang kami khawatirkan adalah kondisi sungai ini. Kalau musim penghujan tiba dan terjadi bencana, yang akan merasakan dampaknya adalah warga Paret, bukan orang luar," tegasnya.

Minta APRI Perhatikan Lingkungan, Tawarkan Dialog Terbuka

Marselino menyatakan tidak mempersoalkan perjuangan APRI Boltim mendorong legalitas pertambangan rakyat melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan kesejahteraan penambang rakyat. Ia hanya mengingatkan agar kepentingan ekonomi berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan warga.

Sebagai langkah penyelesaian, Marselino siap membuka forum dialog terbuka dengan mengundang Hendra Abarang untuk membahas berbagai persoalan pertambangan di Desa Paret.

"Saya tidak masalah dia memperjuangkan ekonomi masyarakat. Cuma, jangan sampai persoalan lingkungan dikesampingkan. Saya justru ingin membuka forum dialog terbuka dan mengundang dia," pungkasnya.

Perbedaan keterangan antara Sekdes Paret dan Ketua APRI Boltim menyangkut operasional pertambangan di Sungai Paret. Marselino menilai klarifikasi keduanya diperlukan agar kondisi lapangan dapat diketahui secara utuh.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detotabuan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks