Pencarian

Mobil Listrik Bekas China Laris di Eropa, Penjualan Naik 280 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 18:33:01 WIB
Mobil Listrik Bekas China Laris di Eropa, Penjualan Naik 280 Persen
Penjualan mobil listrik bekas asal China ke Uni Eropa naik 280 persen menjadi 7.900 unit pada Januari–September 2026.

SULAWESI UTARA — Penjualan mobil listrik bekas asal China ke konsumen Uni Eropa melonjak 280 persen secara tahunan menjadi 7.900 unit sepanjang Januari–September 2026. Lonjakan terjadi setelah tarif impor BEV baru dari China mencapai 45,3 persen dan kuota hibrida dibatasi 350 ribu unit. Kendaraan bekas jadi jalur alternatif karena bebas bea masuk imbalan dan kuota.

Data China EV Marketplace (CEVM) yang dikutip CarNewsChina pada Kamis (22/10) menunjukkan arah sebaliknya untuk kendaraan baru: penjualannya justru turun 44 persen pada periode yang sama. Peralihan ke BEV bekas dan PHEV baru sebenarnya sudah berlangsung dua tahun terakhir, dipicu kenaikan tarif impor BEV dari China hingga 45,3 persen pada 2024.

Jalur PHEV sempat jadi pelarian karena tidak dikenai bea masuk imbalan. Situasi berubah ketika Uni Eropa memberlakukan batas kuota impor 350 ribu unit untuk kendaraan hibrida dari China.

Bekas Jadi Fokus Utama Bisnis CEVM di Eropa

Chief Operating Officer EV Marketplace Jakub Geršl menyebut tarif telah melemahkan permintaan konsumen Eropa terhadap BEV baru asal China. Pihaknya memperkirakan pembatasan kuota hibrida juga menekan penjualan PHEV baru.

"Mobil bekas dikecualikan dari tarif tambahan BEV dan kuota baru untuk kendaraan hibrida (PHEV). Itulah sebabnya kami menjadikan kendaraan bekas sebagai fokus utama bisnis kami di Eropa," kata Geršl.

CEVM kini menawarkan lebih dari 2.600 unit mobil listrik bekas melalui situs webnya, dengan daftar yang diperbarui setiap hari. Merek yang masuk daftar mencakup Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, dan Avatr.

Harga Bekas 40 Persen di Bawah Daftar Resmi China

Persaingan ketat di pasar China menekan harga kendaraan baru, dan efeknya merembet ke harga bekas. Menurut Geršl, timnya yang berbasis di Shanghai aktif mencari peluang tersebut.

"Kami sering menemukan mobil dengan jarak tempuh sekitar 6.000 km yang dijual dengan harga 40 persen lebih rendah dari harga daftar resmi di China," ujarnya.

Harga kendaraan-kendaraan tersebut jauh di bawah harga eceran yang disarankan produsen. Asosiasi Dealer Mobil China (CADA) memantau tingkat retensi nilai mobil bekas dan menerbitkan laporan setiap bulan, termasuk daftar 15 mobil listrik bekas dengan retensi nilai tertinggi berdasarkan periode kepemilikan tiga tahun hingga September 2026.

Pusat Pengiriman di Praha Memangkas Waktu Tunggu

Bagi konsumen yang ingin langsung mengambil mobil, CEVM membuka pusat pengiriman kendaraan di Praha, Republik Ceko. Fasilitas ini menjadi alternatif dari proses impor langsung dari China yang memakan waktu hingga tiga bulan.

Perubahan perilaku konsumen Eropa menunjukkan tarif dan kuota impor tidak serta-merta menekan penetrasi kendaraan listrik China. Regulasi justru menggeser permintaan ke segmen yang tidak tersentuh kebijakan, yakni unit bekas dengan jarak tempuh rendah.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks