SULAWESI UTARA — Dallas Stadium menjadi saksi pesta gol Die Mannschaft pada Senin (15/6) dini hari WIB. Tim asuhan Julian Nagelsmann tampil dominan sejak menit awal dan tak memberi kesempatan bagi Curacao untuk bernapas.
Kai Havertz menjadi bintang dengan dua gol. Felix Nmecha, Nico Schlotterbeck, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav masing-masing menyumbang satu gol dalam kemenangan ini.
Kemenangan Besar, Tapi Lawan Berikutnya Level Berbeda
Pelatih Julian Nagelsmann sadar betul bahwa kemenangan telak ini belum bisa dijadikan patokan. Curacao memang bukan lawan sepadan. Kini, perhatian harus segera beralih ke dua pertandingan selanjutnya.
Pantai Gading datang dengan kombinasi fisik, kecepatan, dan agresivitas yang bisa merepotkan. Sementara Ekuador punya disiplin tinggi dan permainan efektif. Keduanya jelas berada di level yang jauh berbeda dari Curacao.
Chris Sutton: Ini Awal yang Baik, Tapi Belum Teruji
Pandit BBC Sport, Chris Sutton, menilai kemenangan besar ini baru sebatas suntikan kepercayaan diri. Ia justru menyoroti kerasnya persaingan di Grup E.
"Ini adalah awal yang baik dengan tujuh gol yang akan memberi Jerman sedikit kepercayaan diri, tetapi akan ada ujian yang lebih berat setelahnya," ujar Chris Sutton.
"Saya pikir ini adalah grup yang sulit. Pantai Gading dan Ekuador akan menjadi lawan Jerman, itu akan menjadi pertandingan yang lebih sulit, tetapi ini adalah awal yang baik untuk Julian Nagelsmann," sambungnya.
Andros Townsend Soroti Kelemahan Curacao yang Terlalu Memberi Ruang
Pandit BBC Sport lainnya, Andros Townsend, punya pandangan lebih kritis. Ia menilai kemenangan Jerman terjadi karena lawan bermain buruk.
"Jerman baru saja menaklukkan Curacao. Mereka hanya tidak mengawal pergerakan para pemain lawan. Terlalu mudah bagi Jerman," kata Andros Townsend.
Curacao dinilai memberi terlalu banyak ruang bagi pemain Jerman. Akibatnya, Die Mannschaft bisa menyerang dengan sangat nyaman sepanjang laga. Konsistensi performa menjadi faktor kunci bagi Jerman untuk bisa melaju mulus di Grup E.