Pencarian

IHSG Diprediksi Menguat ke 5.439, Mandiri dan BNI Sekuritas Pilih 9 Saham Trading

Senin, 26 Oktober 2026 • 08:34:01 WIB
IHSG Diprediksi Menguat ke 5.439, Mandiri dan BNI Sekuritas Pilih 9 Saham Trading
Papan digital menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.

SULAWESI UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan proyeksi penguatan pada Senin (26/10/2026), setelah ditutup naik 51,35 poin atau 0,95% ke level 5.439,2 pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas merilis daftar saham pilihan untuk trading harian, lengkap dengan target harga dan level stop loss masing-masing.

Proyeksi penguatan IHSG datang di tengah pergerakan bursa Asia yang bervariasi. Indeks Topix Jepang naik 0,37%, sementara Nikkei 225 justru melemah 0,2%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,3% dan Kosdaq terkoreksi lebih dalam 1,18%. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga melemah 0,26%.

Sentimen negatif datang dari Wall Street. Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), indeks Dow Jones Industrial Average merosot paling dalam dibanding indeks lain, dengan aksi jual yang semula terpusat di saham teknologi meluas ke sejumlah sektor lain.

Saham Pilihan Mandiri Sekuritas: JSMR, DEWA, dan AMMN

Mandiri Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk trading harian. JSMR menjadi pilihan dengan target harga 2.730 dari penutupan 2.660, level stop loss atau reversal di 2.630, serta support dan resistance masing-masing di 2.630 dan 2.730.

DEWA ditradingkan dengan target 276 dari harga penutupan 268. Stop loss ditetapkan di 264, sama dengan level support, sedangkan resistance berada di 276.

AMMN masuk daftar dengan target harga 4.130 dari penutupan 4.030. Level stop loss dan support berada di 3.980, sementara resistance di 4.130.

Enam Saham Rekomendasi BNI Sekuritas

BNI Sekuritas melengkapi daftar dengan enam saham pilihan. Rekomendasi dari dua sekuritas ini memberi investor alternatif instrumen trading jangka pendek, masing-masing dengan parameter entry, target, dan batas kerugian yang jelas.

Bagi pelaku trading harian, penetapan stop loss menjadi krusial di tengah sentimen global yang belum seragam. Pelemahan Wall Street dan bursa Asia memberi risiko pembalikan arah, sehingga disiplin pada level support dan resistance yang direkomendasikan analis perlu dijaga.

Pergerakan IHSG pada sesi sebelumnya yang menguat hampir 1% memberi modal awal bagi bursa domestik. Namun investor tetap perlu mencermati arus dana asing dan respons pasar terhadap tekanan eksternal sebelum mengambil posisi.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: investor.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks