SULAWESI UTARA — Koreksi IHSG akibat kekhawatiran perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI dinilai membuka peluang akumulasi saham, tetapi analis mengingatkan penguatan indeks masih perlu diuji keberlanjutannya. Investor disarankan masuk secara bertahap dengan strategi buy on weakness sambil mencermati fundamental emiten dan konfirmasi teknikal. Tekanan jual asing dan pergerakan rupiah menjadi faktor yang wajib dipantau sebelum menambah posisi.
Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai koreksi pasar memang membuka ruang akumulasi. Namun, pembelian agresif belum disarankan karena penguatan IHSG berpotensi hanya menjadi technical rebound atau dead cat bounce, bukan pembalikan tren.
"Penguatan IHSG masih perlu diuji keberlanjutannya dan berpotensi hanya menjadi technical rebound atau dead cat bounce, bukan trend reversal," kata Elandry kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (21/10).
Technical rebound berarti penguatan harga setelah penurunan, sedangkan dead cat bounce merujuk pada pemulihan sementara sebelum harga kembali melemah. Adapun trend reversal menunjukkan perubahan arah tren yang lebih berkelanjutan.
Strategi Buy on Weakness dan Kriteria Emiten Pilihan
Elandry menyarankan investor masuk secara bertahap dengan strategi buy on weakness, yakni membeli saham ketika harga terkoreksi. Valuasi, likuiditas, dan risiko penurunan lanjutan tetap harus diperhitungkan dalam setiap keputusan.
Menurut Elandry, investor sebaiknya mencermati emiten dengan fundamental kuat, arus kas sehat, utang terkendali, profitabilitas konsisten, dan likuiditas memadai. Saham berkapitalisasi besar serta sektor defensif dapat menjadi pertimbangan, dengan tetap memperhitungkan valuasi dan potensi tekanan jual asing.
Ia mengingatkan investor agar tidak menjadikan penurunan harga semata sebagai alasan membeli saham. Tekanan jual yang mulai mereda, volume transaksi yang stabil, dan harga yang bertahan di area support menjadi syarat konfirmasi. Penguatan selama satu atau dua sesi perdagangan belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
"Investor tetap perlu tenang dan jangan panik atau FOMO melihat pergerakan IHSG. Jika ingin masuk pasar, pastikan punya trading plan yang jelas, mulai dari area beli, target profit, hingga batas cut loss," ujarnya.
Sinyal Teknikal: RSI dan Stochastic di Area Oversold
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji menilai koreksi pasar dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi saham berfundamental kuat secara bertahap dengan orientasi jangka panjang. IHSG masih berada dalam fase downtrend jangka pendek hingga menengah akibat arus keluar modal.
Meski demikian, indeks mulai mendekati area support psikologis yang krusial. Indikator Relative Strength Index (RSI) dan stochastic berada di area oversold sehingga membuka peluang terjadinya technical rebound. Nafan menyarankan strategi masuk bertahap atau dollar-cost averaging pada saham berfundamental kuat.
Untuk mengidentifikasi peluang masuk yang lebih aman, investor dapat memperhatikan konfirmasi pembalikan arah. Beberapa sinyal yang perlu dicermati:
- Bullish divergence pada RSI atau Moving Average Convergence Divergence (MACD)
- Sinyal golden cross pada Stochastic
- Pola candlestick reversal yang didukung peningkatan volume transaksi
- Penembusan ke atas level resistance terdekat sebagai sinyal awal stabilisasi
Nafan mencermati saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, serta sektor telekomunikasi dan barang konsumsi yang mengandalkan pasar domestik dan membagikan dividen secara konsisten. Meredanya tekanan jual asing, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan langkah konkret otoritas pasar modal dalam merespons evaluasi MSCI juga perlu dipantau.
Level 4.800 Jadi Area Akumulasi jika Indeks Melemah Lagi
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG mulai menunjukkan kekuatan untuk pulih setelah tekanan jual sebelumnya. Dari sisi teknikal, indeks telah memasuki fase akhir Wave 5 yang merupakan gelombang penurunan terakhir dalam tren turun impulsif.
"IHSG mulai terlihat adanya kekuatan untuk rebound, di mana hari ini kali pertama rebound terjadi cukup signifikan pasca kejatuhan Jumat lalu," kata Ivan.
Ivan menyebut area 4.800 sebagai level yang menarik untuk kembali melakukan akumulasi apabila indeks melemah lagi. Ia juga mencermati saham-saham perbankan yang akan menggelar pertemuan analis terkait laporan kinerja kuartal III.
Menurut Ivan, investor dapat mulai mengakumulasi saham dengan memanfaatkan dana tunai yang tersedia. Pembelian sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi dalam empat hingga lima tahapan agar risiko rata-rata harga beli lebih terkendali.