TOMPASO — Kepastian gelar juara umum diperoleh setelah Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo mengumumkan akumulasi nilai Sulut dari dua seri kejurnas. Seri II berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Minahasa, dan disaksikan ribuan penonton.
Dari 10 kelas yang dipertandingkan pada Seri II, Sulut mengumpulkan 91 poin. Tambahan itu membuat total nilai Sulut menjadi 149, unggul atas 13 provinsi peserta lainnya.
Tompaso Jadi Lumbung Kuda Pacu Nasional
Aryo menyebut kehadirannya di Sulawesi Utara untuk menghubungkan langsung potensi joki dan performa kuda pacu lokal. Menurutnya, sebagian besar kuda unggulan yang bertanding di berbagai daerah berasal dari pembiakan peternak lokal Minahasa.
"Karena meskipun yang hadir 14 provinsi, 2/3, lebih dari 60 persen kuda yang hadir di sini tuh semua kelahiran Tompaso, kelahiran Sulawesi Utara," ujar Aryo di Tompaso.
Dia menegaskan dukungan kepada peternak, pemilik, dan pengelola kandang kuda di Sulawesi Utara menjadi syarat utama keberhasilan Pordasi. Event seperti Kejurnas dinilai harus lebih sering digelar.
Pordasi Siapkan Trek Internasional di Jakarta
Pordasi memiliki program membangun trek pacu kuda berskala internasional di Jakarta. Aryo menyatakan pengembangan itu tidak mungkin berjalan tanpa keterlibatan Sulawesi Utara.
"Pordasi ada program untuk membangun trek pacu kuda internasional di Jakarta, tapi pengembangannya tentu saja tidak mungkin dilakukan tanpa Sulawesi Utara. Jadi acara akan lebih sering, lebih banyak, dan lebih mengedepankan lagi peternak-peternak dari seluruh Sulawesi Utara," ujarnya.
Rencana tersebut mendapat sambutan dari pemerintah daerah. Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama jajaran pemerintah kabupaten menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas olahraga berkuda.
"Bapak Gubernur Sulawesi Utara, Pak Yulius Selvanus menyampaikan dukungan yang luar biasa. Bahkan, saya sudah mendengar bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa dan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sudah menyiapkan dukungan yang luar biasa untuk fasilitas olahraga di Tompaso dan juga di Manado dan di seluruh Sulawesi Utara," tutur Aryo.
Harga Kuda Pacu Ikut Melonjak
Antusiasme penonton dan pemangku kepentingan pada Kejurnas ke-60 berdampak pada ekosistem ekonomi olahraga. Nilai pasaran kuda pacu melonjak dan sejumlah pemilik kuda baru bermunculan.
"Harga kuda di seluruh Indonesia naik luar biasa menunjukkan betapa antusiasnya para pemilik kuda baru. Jadi, olahraga semakin berkembang," ujar Aryo.
Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi kepada para atlet Sulut yang meraih gelar juara umum dan Piala Presiden. Dia memastikan olahraga berkuda di daerah itu akan terus dikembangkan.
"Sulawesi Utara juara umum, meraih Piala Presiden. Olahraga berkuda di Sulut akan terus dikembangkan," ujar Yulius Selvanus.