AIRMADIDI — Kepala Dinas Perdagangan Minahasa Utara Max William Tapada menyebut penataan ulang Pasar Sukur sebagai solusi konkret atas keluhan pedagang soal sepinya pembeli. Disdag Minut telah mengeluarkan rekomendasi resmi kepada PUD Klabat selaku pengelola pasar untuk menjalankan dua skema penataan.
Rekomendasi pertama menetapkan operasional Pasar Airmadidi secara resmi menjadi pasar harian. Keputusan itu memberi kepastian bagi pedagang yang sudah telanjur membuka lapak agar tidak berpindah-pindah lokasi jualan.
Rekomendasi kedua melakukan transformasi total pada Pasar Sukur. Pasar ini dikembalikan ke formulasi asalnya sebagai pusat perdagangan buah-buahan, lalu diperluas fungsinya menjadi Pasar Blante untuk mengakomodasi jual-beli sapi dan komoditas peternakan pendukung.
Pasar Airmadidi Beroperasi Harian, Jadwal Pasar Sukur Terbentur
Lesunya aktivitas jual-beli di Pasar Sukur berakar pada dinamika operasional Pasar Airmadidi. Pasar induk itu kini buka setiap hari, menyimpang dari jadwal awal Selasa, Kamis, dan Sabtu yang semula beririsan dengan jadwal Pasar Sukur pada Senin, Rabu, dan Jumat.
Akibatnya, banyak pedagang terpaksa bolak-balik antara kedua lokasi. Pasar Sukur pun hanya ramai pada hari-hari tertentu saja.
"Kondisi di lapangan memang menunjukkan perpindahan pedagang secara dinamis. Fleksibilitas operasional Pasar Airmadidi membuat Pasar Sukur hanya ramai di hari-hari tertentu saja," ujar Tapada di Airmadidi.
Mengapa Pasar Sukur Dipilih Jadi Pasar Blante
Wilayah Sukur dan Minahasa Utara secara umum memiliki basis peternak sapi yang potensial, tetapi belum punya ruang transaksi tersentralisasi yang memadai. Kondisi itu jadi dasar pemilihan konsep Pasar Blante.
Integrasi sentra buah dan pasar hewan dinilai dapat menciptakan keseimbangan ekonomi baru di kawasan Airmadidi. Sekaligus menghidupkan kembali minat masyarakat memfungsikan Pasar Sukur.
"Mengingat potensi peternak lokal kita yang besar, langkah mengubah wajah Pasar Sukur menjadi sentra buah dan Pasar Blante dinilai sangat tepat. Integrasi ini diharapkan menciptakan keseimbangan ekonomi baru dan menghidupkan kembali minat masyarakat memfungsikan Pasar Sukur," tegas Tapada.
Harapan Pemkab: Perdagangan Airmadidi Lebih Tertata
Melalui penataan ulang fungsi pasar, Pemkab Minut berharap ekosistem perdagangan di Airmadidi dan sekitarnya menjadi lebih tertata, adil, dan spesifik. Kehadiran Pasar Blante bersama sentra buah diyakini mampu memulihkan gairah ekonomi daerah.
Pemkab juga menargetkan transaksi yang lebih nyaman bagi masyarakat Minahasa Utara. Rincian jadwal penerapan dua skema penataan belum disebutkan dalam keterangan Disdag Minut.