Pencarian

Canva PHK 1.271 Karyawan, 22 Persen Tenaga Kerja Terdampak

Rabu, 04 November 2026 • 18:30:31 WIB
Canva PHK 1.271 Karyawan, 22 Persen Tenaga Kerja Terdampak
CEO Canva Melanie Perkins mengumumkan perombakan organisasi yang berdampak pada 1.271 karyawan atau 22 persen tenaga kerja perusahaan.

SULAWESI UTARA — Canva memangkas 1.271 karyawan atau sekitar 22 persen dari total tenaga kerjanya dalam perombakan organisasi yang diumumkan CEO Melanie Perkins. Perusahaan desain grafis asal Australia itu menggabungkan tim product, growth, dan platform, serta menyederhanakan jenjang organisasi. Karyawan terdampak mendapat gaji minimal enam bulan dan jaminan kesehatan 12 bulan.

Perombakan yang dijalankan Canva mencakup penggabungan tim product, growth, dan platform menjadi satu kesatuan kerja. Perusahaan juga memangkas lapisan organisasi dan menggabungkan sejumlah tanggung jawab pekerjaan yang selama ini saling tumpang tindih.

Bagi karyawan yang terdampak, Canva menyiapkan paket kompensasi berupa gaji selama minimal enam bulan, jaminan layanan kesehatan selama 12 bulan, serta dukungan untuk mencari pekerjaan berikutnya. Sebagian karyawan juga diminta menyesuaikan posisi atau pindah ke kantor pusat yang telah ditentukan.

Alasan di Balik Pemangkasan

Melanie Perkins menyatakan langkah ini diambil untuk mempersiapkan perusahaan menghadapi satu dekade mendatang. Perusahaan perlu kembali ke prinsip awal: tim-tim kecil yang punya wewenang dan kebebasan mengambil keputusan, bertanggung jawab atas pekerjaannya, dan fokus pada hal terpenting bagi komunitas pengguna.

"Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif, saya sampai pada kesimpulan sulit bahwa perubahan kecil saja tidak akan cukup," kata Perkins dalam pesan yang dibagikan ke karyawan, dikutip dari The Verge, Rabu (4/11).

Canva mengaku telah menimbang sejumlah opsi lain sebelum memutuskan perombakan besar. Kesimpulannya, penyesuaian kecil dinilai tidak akan cukup untuk mengubah arah organisasi.

Dampak ke Karyawan dan Operasional

Perkins menyebut perubahan ini berarti sejumlah karyawan harus berpisah dari perusahaan. Ia menyampaikan hal itu langsung dalam pesan internal yang ditujukan ke seluruh tim.

"Sayangnya, perubahan ini juga berarti kami harus berpisah dengan rekan kerja dan teman-teman yang telah membantu membangun Canva hingga menjadi seperti sekarang," tulis Perkins.

Dari sisi operasional, Sydney ditetapkan sebagai lokasi utama bagi lebih banyak tim produk. Kota itu juga menjadi tempat kerja bagi karyawan dari sejumlah divisi spesialis yang membutuhkan pemahaman bersama dan kolaborasi lebih erat.

Kebijakan Kerja Hybrid Dipertegas

Canva mewajibkan sebagian besar karyawan dengan sistem hybrid bekerja dari kantor dua hingga tiga hari setiap pekan. Aturan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing divisi.

Pengetatan kebijakan kerja di kantor menandai arah baru Canva setelah bertahun-tahun tumbuh sebagai perusahaan cloud-first. Langkah ini juga membawa konsekuensi geografis: sebagian peran dipusatkan di Sydney, sementara karyawan di lokasi lain harus menyesuaikan diri.

Canva belum merinci berapa karyawan yang terdampak di tiap negara, termasuk apakah ada tim di Indonesia yang terkena pemangkasan. Perusahaan juga belum menyebut proyeksi penghematan biaya dari perombakan ini.

Bagi pasar Indonesia, Canva merupakan salah satu alat desain paling luas dipakai pelaku UMKM dan kreator konten. Perubahan struktur internal berpotensi memengaruhi ritme peluncuran fitur dan dukungan bagi pengguna lokal, meski Canva belum memberi keterangan resmi soal rencana produk ke depan.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks