MANADO — Stan pameran Sulawesi Utara di Festival Indonesia Melbourne memajang kerajinan buatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulut serta aneka olahan kuliner khas. Kukis Manado yang dijajakan pengurus KSD Australia menjadi salah satu produk yang paling diburu pengunjung.
Antusiasme pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara terbilang tinggi. Produk Kukis Manado ludes terjual sepanjang acara berlangsung.
Federation Square Jadi Etalase Strategis Sulut
Federation Square dipilih karena posisinya yang strategis di jantung Kota Melbourne, berdekatan dengan Flinders Street Station dan Sungai Yarra. Lokasi ini dinilai mampu menjangkau masyarakat dunia yang melintas di kawasan tersebut.
Selain kuliner, jajaran produk kerajinan Dekranasda Sulut terus disosialisasikan selama pameran. Upaya ini diarahkan untuk membuka peluang penyerapan pasar yang lebih luas bagi perajin daerah.
Stan Pameran Jadi Syarat Ikut B2B Matching
Keterlibatan aktif dalam stan pameran bukan sekadar promosi. Partisipasi ini menjadi syarat utama agar kontingen Sulut dapat mengakses agenda pertukaran bisnis Business-to-Business Matching dalam rangkaian pameran tersebut.
Melalui wadah B2B itu, Pemerintah Provinsi Sulut menargetkan terciptanya kemitraan strategis dengan para pelaku usaha di Australia. Promosi berlangsung dari pagi hingga malam hari.
Peran Pengurus KSD Australia di Balik Kelancaran Promosi
Kelancaran kegiatan promosi tidak lepas dari peran jajaran pengurus KSD Australia. Mereka antara lain Nina Kusumo Liando, Agustine Anne Tjoeka, Tine Rombot-Lengkong, Hanny Rantung, Santy Rantung Donsu, Jorie Lengkong, dan Michael Tjoeka.
Sebagai bagian dari Diaspora Etnik Kawanua Indonesian Diaspora Network Global, KSD Australia menegaskan komitmennya menjadi jembatan diplomasi budaya, pariwisata, dan ekonomi antara pemerintah daerah dengan pasar internasional.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program dan profil organisasi dapat mengakses laman resmi www.kawanuaaustralia.com.