MINAHASA UTARA — Jalan berlubang di Jalan Wanua Warukapas, Kecamatan Dimembe, langsung ditangani oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Mereka menggelar kerja bakti mengecor lubang yang dikeluhkan warga, Kamis (12/6/2026). Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mencegah kecelakaan di titik rawan.
Sinergi Lintas Sektor Tutup Lubang Rawan
Tak hanya aparatur kecamatan, aksi ini melibatkan Polsek Dimembe, Koramil 1310-04/Dimembe, hingga perangkat Wanua Warukapas. Semua bahu-membahu mengaduk semen, pasir, dan kerikil secara manual. Material swadaya itu didatangkan untuk menutup lubang yang paling membahayakan pengendara.
Camat Dimembe Ansye Dengah turun langsung ke lapangan bersama Wakapolsek Ipda Stanly Malope dan Danramil Kapten Inf. Lucas Lahama. “Kerusakan jalan, walau tampak kecil, bisa berdampak besar jika dibiarkan, terutama menyangkut keselamatan warga,” ujar Ansye di sela kegiatan.
Mengapa Perbaikan Manual Dipilih?
Pengerjaan dilakukan secara manual karena sasaran utamanya adalah lubang-lubang yang posisinya paling kritis. Menjelang musim penghujan, genangan air di lubang jalan kerap tak terlihat dan memicu kecelakaan. Dengan perbaikan swadaya ini, Forkopimcam ingin memastikan respons cepat tanpa menunggu anggaran pemerintah daerah.
Camat Ansye menegaskan sinergi antarinstansi menjadi kunci. “Kami mendukung penuh upaya perbaikan jalan ini. Sinergi antarinstansi sangat penting untuk mencegah potensi kecelakaan,” tambahnya.
Gotong Royong sebagai Solusi Infrastruktur
Aksi ini tak sekadar menambal aspal. Forkopimcam Dimembe ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi akar budaya Minahasa Utara. Lewat kerja bakti, mereka berharap masyarakat ikut sadar menjaga dan merawat infrastruktur publik di lingkungan masing-masing.
Ke depan, gerakan serupa diharapkan bisa memicu kesadaran luas untuk tak menunggu pemerintah pusat atau daerah saat ada kerusakan jalan. Peran aktif warga dan aparat setempat dinilai efektif untuk menekan angka kecelakaan di jalan-jalan desa.