Aksi gotong royong berlangsung dua hari berturut-turut. Ratusan ASN memangkas rumput liar di median jalan, membersihkan bahu jalan, serta mengangkut sampah dan semak belukar yang menutupi sejumlah titik drainase di sepanjang ruas tersebut.
Kondisi Jalur Dua Lolak sebelumnya menjadi sorotan warga. Selain kumuh, saluran air tertutup sampah sehingga mengganggu pemandangan kawasan ibu kota Kabupaten Bolmong.
Kewenangan BPJN, Pemkab Ambil Inisiatif
Jalur Dua Lolak merupakan jalan nasional di bawah kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Minimnya pemeliharaan rutin dari pihak pusat memicu kritik masyarakat yang menilai perhatian terhadap jalur strategis ini masih kurang.
“Ini jalur utama menuju pusat pemerintahan kabupaten. Sangat disayangkan kalau dibiarkan terlihat kumuh seperti ini. Harusnya ada perawatan rutin karena ini wajah ibu kota daerah,” ujar seorang warga Lolak.
Meski bukan wewenang langsung daerah, Pemkab Bolmong memilih bergerak cepat. Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta memutuskan mengerahkan ASN untuk membersihkan kawasan tersebut demi menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan.
Aksi Bupati Picu Apresiasi, Warga Minta Koordinasi Berkelanjutan
Langkah Bupati dan Wakil Bupati mendapat apresiasi dari masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dinilai sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap fasilitas publik yang terbengkalai.
Warga berharap adanya koordinasi lebih serius antara pemerintah daerah dan BPJN. Tujuannya agar pemeliharaan Jalur Dua Lolak bisa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga kawasan ibu kota Kabupaten Bolmong tetap bersih, tertata, dan representatif.