Toyota Kembali ke Puncak, Menangi 24 Hours of Le Mans 2026 dan Hentikan Dominasi Ferrari

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 15 Juni 2026 | 10:41:31 WIB
Toyota kembali menjuarai 24 Hours of Le Mans 2026 dengan mobil TR010 dari posisi start ke-14.

SULAWESI UTARA — Setelah melalui persaingan sengit selama 24 jam penuh drama, Toyota akhirnya kembali ke tangga juara di Le Mans. Tim pabrikan asal Jepang ini membuktikan bahwa program balap ketahanan mereka belum habis, meski sempat kehilangan mahkota juara beberapa musim terakhir.

Kemenangan keenam Toyota di Le Mans ini terasa spesial. Selain diraih dengan mobil baru yang telah dirombak total, yakni TR010, tim No. 7 juga harus memulai balapan dari posisi ke-14 — sebuah rekor start terjauh yang berakhir manis. Keberhasilan ini juga menjadi kemenangan ke-51 bagi program WEC Toyota, yang mempertahankan catatan impresif 50 persen kemenangan dari total balapan yang diikuti.

Strategi Pit Stop Cepat yang Membalikkan Keadaan

Kunci kemenangan Toyota terletak pada keputusan berani tim untuk melakukan strategi pit stop pendek lebih awal. Tim secara konsisten memanggil masuk mobil No. 8 dan No. 7 lebih cepat dari jadwal normal selama sebagian besar balapan. Strategi ini awalnya lebih menguntungkan mobil No. 8, namun pada akhirnya justru mobil No. 7 yang menuai hasil maksimal.

Momen krusial terjadi saat tersisa tiga jam balapan. Mobil No. 7 yang dikemudikan Kamui Kobayashi berhasil mengambil alih posisi terdepan dari Cadillac No. 12 milik Norman Nato. Peluang itu muncul setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil LMP2 No. 30, yang menghantam pembatas trek dengan suspensi kiri patah. Saat restart, Toyota langsung mengambil kesempatan dan melewati Cadillac untuk memimpin.

Kobayashi: Dari Pembalap Jadi Pahlawan Tim

Yang menarik, Kamui Kobayashi bukan sekadar pembalap. Ia juga menjabat sebagai Team Principal program balap Toyota. Ia sendiri yang menutup balapan dan membawa pulang kemenangan, mengalahkan Robin Frijns dari BMW No. 20 dengan selisih 10,913 detik.

“Minggu yang luar biasa. Le Mans selalu istimewa bagi kami. Kali ini kami punya sedikit keberuntungan, tapi kami tidak pernah menyerah dan berjuang sampai akhir,” ujar Kobayashi dari sirkuit kemenangan. “Kami membawa mobil baru ke sini, dan hasilnya bekerja. Saya berterima kasih kepada Mr. Toyota dan seluruh penonton yang membuat acara ini terjadi.”

Bagi Nyck de Vries, ini adalah kemenangan perdananya di Le Mans. Ia mengaku bangga bisa bangkit setelah musim lalu yang sulit. “Kehormatan bisa kembali ke Toyota dan berdiri di tangga tertinggi,” katanya.

Nasib Sial Cadillac dan Kekecewaan Ferrari

Cadillac nyaris meraih podium pertamanya di Le Mans. Mobil No. 38 yang dipimpin Earl Bamber, Jack Aiken, dan Sébastien Bourdais sempat memimpin di pertengahan balapan. Namun, kegagalan sistem power steering pada lap 218 memaksa mereka mundur di pagi hari. Mobil No. 12 akhirnya finis di posisi keempat, gagal merebut podium.

Sementara itu, Ferrari yang menjadi juara bertahan harus puas finis di posisi kelima. Mobil No. 51 AF Corse Ferrari 499P menjadi yang terbaik di antara mobil-mobil merah, disusul Alpine No. 35 di posisi keenam. Juara bertahan tahun lalu, Ferrari No. 83, menjadi mobil terakhir yang finis di lap yang sama dengan pemimpin.

Di kelas LMP2, Inter Europol Competition kembali mendominasi. Mobil No. 43 yang ditutup Tom Dillman finis pertama untuk tahun kedua berturut-turut. Sementara di LMGT3, Chevrolet Corvette Z06 GT3.R milik TF Sport berhasil mengakhiri dominasi Porsche. Jonny Edgar sukses menahan tekanan Jack Hawskworth dari Lexus di stint akhir balapan.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top