BITUNG — Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Sulawesi Utara tidak mengganggu pasokan energi ke masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh fasilitas utama, termasuk Integrated Terminal Bitung, tetap beroperasi normal setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh.
Pemeriksaan Darurat dan Evakuasi Pekerja
Manajemen langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat sesaat setelah gempa terjadi. Seluruh pekerja dan mitra kerja diarahkan menuju titik kumpul sesuai prosedur keselamatan. Tim HSSE, keamanan, dan keandalan fasilitas segera melakukan patroli serta pemeriksaan terhadap area operasional dan jaringan pipa. "Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi kedaruratan," ujar Arman Prastiono.
Terminal Tahuna Sempat Dihentikan karena Ancaman Tsunami
Di wilayah Kepulauan Sangihe, operasional Fuel Terminal Tahuna sempat dihentikan sementara. Langkah ini merupakan antisipasi terhadap potensi tsunami yang mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, dan otoritas terkait. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan fasilitas terminal tersebut dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan yang memengaruhi keandalan infrastruktur distribusi energi. Operasional akan kembali dijalankan setelah BMKG dan instansi berwenang menyatakan situasi telah aman.
Hasil Pemeriksaan: Tak Ada Kerusakan Signifikan
Setelah getaran mereda, tim langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas operasional. Arman menegaskan bahwa hasil pengecekan menunjukkan fasilitas utama di Integrated Terminal Bitung tidak mengalami kerusakan dan tetap siap mendukung penyaluran energi kepada masyarakat. Selain Bitung, sejumlah fasilitas lain seperti Integrated Terminal Gorontalo dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi juga telah diperiksa dan dinyatakan beroperasi normal.
Pertamina Terus Pantau Gempa Susulan
Perusahaan terus memantau kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan melakukan pemantauan lapangan secara berkala. Arman menambahkan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan setiap langkah penanganan berjalan sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Distribusi BBM ke masyarakat pun dipastikan tidak mengalami hambatan berarti.