SULAWESI UTARA — Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar jadi ajang bagi komunitas dan pelaku industri musik dari berbagai daerah untuk merumuskan masa depan ekosistem musik nasional. Hasilnya bakal dibawa ke Presiden Prabowo Subianto. Berikut fakta pentingnya.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari di Makassar ini bukan sekadar temu komunitas. Ada sejumlah keputusan dan rencana konkret yang perlu dicermati, terutama soal nasib rekomendasi dari para pelaku musik daerah.
1. Rekomendasi KMI 2026 Bakal Sampai ke Presiden
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memastikan hasil pembahasan dan rekomendasi KMI 2026 akan disampaikan kepada Menteri Kebudayaan serta kementerian dan lembaga terkait. Dari situ, rekomendasi diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.
2. Target Penyelesaian Tahun Depan
Giring menyebut pihaknya berupaya menyelesaikan rekomendasi itu pada tahun depan. Proses pelaporan ke berbagai pihak terkait akan dijalankan sambil jalan, tanpa menunggu semuanya rampung.
3. Jadi Pijakan Kebijakan Ekosistem Musik
Rekomendasi KMI 2026 diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat kebijakan kebudayaan, khususnya pengembangan ekosistem musik nasional. Aspirasi pelaku musik dari berbagai daerah pun bisa terakomodasi dalam perumusan kebijakan pemerintahan.
4. Digelar 27 Oktober-1 November 2026
KMI 2026 berlangsung di Makassar pada 27 Oktober hingga 1 November 2026. Ajang ini mempertemukan komunitas, musisi, pelaku industri, dan penggiat musik dari berbagai daerah di Indonesia.
5. KMI 2027 Sudah Direncanakan
Giring bertekad KMI kembali digelar pada 2027, bahkan dengan persiapan yang lebih baik. Ia menegaskan Kementerian Kebudayaan tidak bisa bekerja sendiri dan butuh bantuan, informasi, dorongan, serta rekomendasi dari banyak pihak.
Rangkaian rekomendasi KMI 2026 kini menunggu proses pelaporan ke pemerintah pusat. Bagi pelaku musik daerah, tahapan ini jadi penentu apakah aspirasi mereka benar-benar masuk ke kebijakan nasional.