Pencarian

Foto Aksi Greenpeace Banjiri Review Google Maps Bundaran HI

Rabu, 21 Oktober 2026 • 13:32:31 WIB
Foto Aksi Greenpeace Banjiri Review Google Maps Bundaran HI
Enam aktivis Greenpeace membentangkan spanduk kuning di Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

SULAWESI UTARA — Foto aksi Greenpeace Indonesia di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, ramai diunggah warganet ke kolom review Google Maps. Dokumentasi aksi yang berlangsung Selasa (20/10/2026) itu memperlihatkan spanduk kuning raksasa di atas monumen, lengkap dengan beragam komentar warganet. Fenomena ini menunjukkan pergeseran cara publik mendokumentasikan peristiwa publik di luar media sosial.

Enam aktivis Greenpeace memanjat Monumen Selamat Datang dan membentangkan dua spanduk kuning besar pada Selasa pagi (20/10/2026). Spanduk pertama bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup" dan menghadap ke arah utara atau Istana Merdeka. Spanduk kedua menghadap ke selatan dengan tulisan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?"

Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Greenpeace ingin menyoroti dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem, bencana ekologis, hingga kenaikan harga pangan dan beban ekonomi kelompok rentan.

Dari Media Sosial ke Kolom Review Google Maps

Spanduk kuning berukuran besar yang terbentang di atas monumen langsung menarik perhatian masyarakat. Foto dan videonya menyebar melalui X, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Sejumlah pengguna kemudian mengunggah dokumentasi aksi ke halaman lokasi Bundaran HI di Google Maps, disertai beragam komentar dan pesan terkait aksi tersebut.

Berbeda dengan media sosial yang mengandalkan linimasa, foto di Google Maps terhubung langsung dengan lokasi peristiwa. Pengguna yang mencari Bundaran HI berpotensi menemukan dokumentasi aksi tersebut. Fitur yang biasanya dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman berkunjung ini kini turut dipakai warganet untuk mendokumentasikan aksi Greenpeace.

Pencarian "Greenpeace" Melonjak 5.000 Persen

Besarnya perhatian publik terlihat dari Google Trends. Pencarian kata kunci "Greenpeace" di Google melonjak hingga 5.000 persen dalam kurun 24 jam setelah aksi. Sebanyak 13 kata kunci terkait Greenpeace masuk kategori Breakout, istilah yang menunjukkan lonjakan popularitas pencarian sangat tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Beberapa kata kunci yang banyak dicari warganet antara lain "Bundaran HI", "Greenpeace adalah", "Greenpeace banner", "Apa itu Greenpeace", "aktivis Greenpeace", hingga "demo hari ini". Lonjakan ini menegaskan aksi di monumen ikonik Jakarta itu menjadi salah satu peristiwa paling banyak dicari warganet pada hari tersebut.

Aktivis Dievakuasi dan Dipulangkan

Aksi berlangsung selama beberapa jam sebelum petugas menurunkan spanduk yang terpasang di monumen. Keenam aktivis dievakuasi menggunakan tali sling dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Setelah menjalani pemeriksaan, mereka dilaporkan telah dipulangkan.

"Sudah (pulang) jam 20.30 WIB," ujar pengacara Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Daniel Winarta, dikutip dari detiknews.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai aksi Greenpeace merupakan bagian dari demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan fasilitas publik. Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Implikasi bagi Pengguna dan Platform Lokasi

Fenomena review Google Maps Bundaran HI memperlihatkan bagaimana platform lokasi bergeser dari sekadar direktori tempat menjadi kanal dokumentasi peristiwa publik. Bagi pengguna smartphone, foto di Google Maps bisa menjadi rujukan cepat saat mencari konteks suatu lokasi, terutama ketika peristiwa berlangsung singkat dan liputan media belum lengkap.

Bagi pelaku bisnis digital, pola ini menandakan konten buatan pengguna di platform peta punya daya jangkau organik yang besar, terutama untuk peristiwa yang menyita perhatian publik. Namun, platform perlu menjaga kualitas moderasi karena kolom review berisiko dibanjiri unggahan yang tidak relevan dengan fungsi ulasan tempat.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks