SULAWESI UTARA — Pergeseran ini bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan perubahan cara pandang terhadap liburan itu sendiri. Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia, menyebut perjalanan kini dianggap sebagai investasi untuk mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna, bukan lagi sekadar pelarian dari rutinitas.
"Di kalangan wisatawan Indonesia, tren perjalanan kini makin bergeser dari sekadar pergi berlibur menjadi sebuah 'investasi' untuk menikmati perjalanan yang lebih bermakna dan berkualitas," ujarnya dalam laporan terbaru platform tersebut.
Wisatawan Tak Lagi Sekadar ke Titik Tujuan
Minat terhadap layanan premium juga diikuti keinginan untuk merancang perjalanan secara mandiri. Wisatawan masa kini cenderung menentukan sendiri jadwal, akomodasi, hingga aktivitas sesuai preferensi pribadi mereka.
Pada periode yang sama, Indonesia menempati posisi ketujuh dari sepuluh negara teratas di Trip.com dalam hal permintaan layanan Custom Tours. Artinya, paket wisata standar mulai ditinggalkan demi fleksibilitas yang lebih besar.
Fenomena ini juga didorong oleh gaya hidup berbasis pengalaman. Laporan Trip.com Group mencatat 63 persen wisatawan Asia-Pasifik pernah bepergian lintas negara untuk menonton konser, dan 66 persen lainnya menyatakan bersedia melakukannya di masa mendatang. Konser musik, festival, hingga ajang olahraga internasional kini menjadi alasan utama orang Indonesia untuk terbang ke luar negeri.
Perjalanan Semakin Jauh dan Lama
Data internal Trip.com mengungkapkan korelasi menarik: mereka yang memilih kelas premium cenderung bepergian lebih lama. Rata-rata durasi perjalanan wisatawan yang memesan First Class dan Business Class mencapai 14,5 hari, sekitar tiga hari lebih lama dibandingkan rata-rata keseluruhan yang hanya 11,5 hari.
Jarak tempuh pun kian jauh. Volume pemesanan perjalanan jarak jauh dari Indonesia tumbuh 44 persen secara tahunan, dengan hampir setengahnya (49,4 persen) merupakan penerbangan premium dengan jarak lebih dari 5.000 kilometer. Penerbangan jarak menengah menyumbang 29,5 persen, dan jarak pendek 21,1 persen.
Selain itu, wisatawan Indonesia tercatat melakukan rata-rata 2,17 perjalanan luar negeri per orang—15 persen lebih tinggi dari rata-rata pengguna Trip.com secara global yang berada di angka 1,89. Artinya, mobilitas dan frekuensi liburan orang Indonesia memang sedang meningkat pesat.
Destinasi yang Dipilih Wisatawan Premium
Jepang masih menjadi destinasi terpopuler bagi wisatawan Indonesia berdasarkan volume pemesanan hotel. Posisi berikutnya ditempati Maroko, Tiongkok, Britania Raya, Uni Emirat Arab, dan Australia yang terus naik daun.
Sementara untuk kategori penerbangan premium hingga Juni 2026, Tiongkok, Jepang, dan Arab Saudi menjadi tiga destinasi teratas. Kombinasi ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia kini menjelajah lebih jauh dari sekadar kawasan Asia Tenggara, mencari pengalaman baru di belahan dunia yang berbeda.