SULAWESI UTARA — Jannik Sinner baru saja menjuarai Wimbledon dan bersiap mengejar gelar US Open keduanya. Namun di sela-sela jadwal padatnya, petenis asal Italia ini memilih cara berbeda untuk memulihkan tenaga: berlayar di tengah laut. Ia menjadi duta global Explora III, kapal pesiar baru yang tengah berlayar dari Genova menuju Marseille.
"Sangat menyenangkan bisa jauh dari segalanya—tersembunyi dengan cara tertentu," ujar Sinner saat berbincang di atas kapal. Bagi pria 23 tahun ini, laut menawarkan ketenangan yang tidak bisa didapatkan di daratan, tempat ia selalu menjadi pusat perhatian.
Kapten di Laut, Pelarian dari Sorotan
Sinner mengaku kehidupan sebagai petenis profesional membuatnya selalu berada di bawah tekanan. Setiap turnamen, ia harus tampil maksimal di hadapan publik. "Saya selalu suka menjauh dari sorotan. Dulu saya tidak pernah berpikir akan kabur ke tengah laut, tapi di sini saya merasa tidak tersentuh dan bisa mematikan ponsel," katanya.
Di atas kapal, Sinner bisa ditemukan di dek 14 untuk bermain paddle, atau bersantai di kolam renang dan jacuzzi. Ia menilai Explora III seperti "hotel yang berkeliling dunia" dengan kualitas makanan yang sangat baik.
Rutinitas Pemulihan Ala Petenis Nomor Satu
Pemulihan adalah kunci performa Sinner. Setiap selesai bertanding, ia selalu melakukan ice bath untuk meredakan otot-otot yang tegang. Setelah itu, ia melanjutkan dengan berendam di jacuzzi untuk melepaskan ketegangan.
"Longevity selalu menjadi perhatian utama sebagai pemain. Ada banyak alat baru dan rutinitas yang bisa dicoba dari media sosial," ujarnya. Ia juga mengaku sangat menjaga kualitas tidur, yang menurutnya penting untuk pemulihan.
Makanan Favorit: Pasta hingga Wiener Schnitzel
Sebagai atlet, Sinner membutuhkan banyak karbohidrat. "Saya akan memilih rigatoni dengan saus tomat dan salad," katanya tentang menu favorit setelah bertanding. Namun saat pulang ke rumah orang tuanya di South Tyrol, Italia Utara, ia selalu memesan wiener schnitzel—hidangan daging sapi goreng renyah khas Austria.
Rumah orang tuanya di Pegunungan Dolomites adalah destinasi yang tidak pernah membuatnya bosan. "Saya pergi dari rumah saat berusia 13 tahun, jadi setiap kali kembali, itu sangat spesial. Mungkin dua atau tiga kali setahun, dan itu tidak pernah cukup," tuturnya.
Tips Perjalanan dari Jannik Sinner
Petenis yang tinggal di Monako ini punya beberapa kebiasaan unik saat bepergian. Ia selalu membawa iPad untuk menonton film atau serial, dan AirPods untuk mendengarkan musik. "Saya sebenarnya mudah tidur, jadi selama penerbangan saya banyak tidur," katanya.
Satu hal yang ia inginkan saat bepergian adalah kasur yang sama. "Untuk pemain tenis, sulit karena kami terus berganti tempat tidur dan kasur di setiap turnamen. Memiliki kasur yang sama akan sangat membantu," ungkapnya.
Sinner juga mengungkapkan keinginannya menjelajahi Tuscany lebih dalam. "Perbukitan Tuscany kurang terekspos, padahal sangat indah dengan banyak sinar matahari dan alam," katanya. Di luar tenis, ia menggemari Formula One dan bermimpi menonton kualifikasi Grand Prix Monako.