Pencarian

Taman Ramah Alergi Tetap Cantik, Ini 5 Trik Desain dari Ahli Lanskap

Minggu, 30 Agustus 2026 • 17:32:31 WIB
Taman Ramah Alergi Tetap Cantik, Ini 5 Trik Desain dari Ahli Lanskap
Ahli lanskap memeriksa taman dengan tanaman berbunga cerah yang dirancang ramah bagi penderita alergi di Sulawesi Utara.

SULAWESI UTARA — Memiliki alergi terhadap serbuk sari kerap dianggap sebagai penghalang untuk menikmati keindahan taman di rumah. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Para ahli lanskap menegaskan, kunci utamanya bukan pada menghilangkan bunga, melainkan pada pemilihan jenis tanaman dan penempatannya secara strategis.

Tanaman yang penyerbukannya dibantu serangga seperti lebah dan kupu-kupu melepaskan serbuk sari lebih sedikit ke udara dibandingkan tanaman yang mengandalkan angin. Jenis serbuk sari dari tanaman berbunga cerah ini pun cenderung lebih berat, sehingga tidak mudah beterbangan dan terhirup.

Prioritaskan Tanaman Ramah Alergi di Area Aktif

Teras, dek, dan pintu masuk adalah zona dengan aktivitas tertinggi di rumah. Di area ini, penempatan tanaman harus lebih selektif. Lucie Bradley, ahli dari Easy Garden Irrigation, merekomendasikan begonia, clematis, dan snapdragon sebagai pilihan tanaman rendah alergen.

Snapdragon menjadi favorit karena memiliki struktur bunga yang relatif tertutup. Bentuk ini membantu menahan serbuk sari agar tidak mudah beterbangan, meski tetap menarik lebah dan kupu-kupu. Bunganya yang tumbuh di tangkai tinggi dengan warna cerah juga memberi aksen visual yang kuat di taman.

Sebaliknya, hindari menempatkan wisteria, melati, dan aster di dekat area yang sering digunakan. Ketiganya berpotensi melepaskan lebih banyak serbuk sari ke udara.

Jauhkan Tanaman Berisiko Tinggi dari Jangkauan Angin

Memiliki pohon ek, birch, atau cedar di halaman bukan berarti harus menebangnya. Matt Tutt, seorang tukang kebun yang juga penderita alergi, tetap menanam berbagai jenis pohon di kebunnya. Bedanya, ia menempatkan tanaman tersebut di bagian belakang kebun, jauh dari area yang sering digunakan sehari-hari.

Perhatikan arah datangnya angin. Menempatkan tanaman berisiko tinggi di sisi datangnya angin justru akan mengalihkan serbuk sari menjauh dari teras atau pintu masuk. Sebaliknya, tanaman seperti aster, bunga matahari, krisan, ragweed, dan rumput hias sebaiknya tidak ditanam di dekat pintu, jendela, atau area duduk.

Gunakan Penghalang Alami sebagai Perisai

Taman yang benar-benar bebas serbuk sari hampir mustahil diciptakan. Namun, paparannya bisa dikurangi secara signifikan dengan desain yang cerdas. Dominique Kline, Direktur Pertanian The Hope Farm, menyarankan penggunaan penghalang fisik untuk membatasi pergerakan serbuk sari yang terbawa angin.

Pagar tanaman, semak, atau dinding hijau dapat berfungsi sebagai perisai alami. Elemen lanskap ini memperlambat aliran udara pembawa serbuk sari, baik dari dalam maupun luar taman. Hasilnya, area bersantai seperti teras atau sudut duduk menjadi lebih terlindungi.

Kehadiran penghalang alami ini tidak hanya fungsional, tetapi juga menambah dimensi tekstur dan kedalaman pada desain taman secara keseluruhan.

Atur Jarak Tanaman Berisiko dari Area Utama

Tanaman dengan tingkat penyerbukan tinggi tetap bisa dipertahankan untuk nilai estetikanya. Bentuk, tekstur, dan gerakan alaminya membuat taman terasa lebih hidup. Yang terpenting adalah pengaturan jarak yang tepat.

Usahakan tanaman tersebut berada jauh dari pintu, jendela, teras, atau area duduk agar serbuk sari tidak mudah masuk ke dalam rumah maupun terhirup saat beraktivitas di luar. Dengan penempatan yang cermat, keindahan taman tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan penghuninya.

Kombinasikan Bunga Cerah dengan Tanaman Rendah Alergen

Menciptakan taman yang aman bagi penderita alergi bukan berarti mengorbankan keindahan bunga. Justru, penataan yang matang memungkinkan Anda tetap menghadirkan taman yang penuh warna sekaligus lebih nyaman dinikmati setiap hari.

Kombinasikan tanaman berbunga cerah yang penyerbukannya dibantu serangga dengan tanaman hijau rendah alergen. Perpaduan ini menciptakan taman yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman bagi seluruh anggota keluarga.

Dengan menerapkan kelima trik desain di atas, Anda dapat mengurangi paparan serbuk sari tanpa kehilangan nilai estetika taman. Ruang hijau di rumah pun kembali menjadi tempat bersantai yang nyaman, bukan sumber kekhawatiran.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks