BITUNG — Keramaian pecah di RT 13, Lingkungan III, Kelurahan Bitung Timur, Sabtu sore (22/08/2026). Puluhan anak-anak dan remaja berlarian menuju lokasi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang digelar sederhana namun meriah.
Warga dari berbagai usia larut dalam aneka perlombaan yang digelar panitia. Tawa dan sorak-sorai mewarnai jalannya lomba makan pisang berpasangan, makan kerupuk, bola kaki, hingga lomba makan koin kelapa.
Lomba Unik Kartu ATM dan Kartu Remi Jadi Magnet Warga
Salah satu lomba yang paling menyedot perhatian adalah lomba memindahkan kartu ATM dari atas bibir. Peserta berusaha menjadi yang tercepat tanpa menjatuhkan kartu, memicu gelak tawa penonton.
Antusiasme juga terlihat pada lomba kartu remi yang menawarkan poin Rp1.000. Warga mengikuti jalannya permainan dengan penuh semangat, menjadikan setiap momen sebagai ruang untuk saling menyapa dan bercanda.
Bakti Sosial: Semangat Berbagi di Tengah Perayaan
Perayaan tidak berhenti pada hiburan semata. Panitia juga menggelar bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini melibatkan Syarif Umar, yang akrab disapa Kang Naruto dan berprofesi sebagai jurnalis di Kota Bitung, bersama Kepala Lingkungan III Zulkifli Damar serta tokoh pemuda Kelurahan Bitung Timur.
Zulkifli Damar menegaskan bahwa perayaan HUT RI seharusnya menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kepedulian dan semangat gotong royong, bukan sekadar ajang hiburan.
"Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan, kekompakan dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, selain lomba untuk menghibur warga, kami juga melaksanakan bakti sosial dengan membagikan sembako kepada warga yang kurang mampu," ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun tidak berhenti setelah rangkaian acara usai. Menurutnya, gotong royong harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat perayaan kemerdekaan.
"Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dipertahankan. Bukan hanya saat HUT RI, tetapi kebersamaan dan gotong royong harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Kemeriahan pun berakhir dalam suasana penuh keakraban. Anak-anak tertawa, warga saling bercanda, sementara semangat berbagi menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.
Dari Lingkungan III RT 13, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan, tetapi tentang bagaimana warga terus menjaga persatuan, berbagi dengan sesama dan menghidupkan gotong royong.