Pencarian

Desa Pulutan Minahasa, Sentra Gerabah Perempuan yang Bisa Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 10:33:01 WIB
Desa Pulutan Minahasa, Sentra Gerabah Perempuan yang Bisa Dikunjungi Wisatawan
Pengrajin perempuan di Desa Pulutan, Minahasa, mengolah tanah liat menjadi gerabah secara turun-temurun.

SULAWESI UTARA — Perjalanan ke Sulawesi Utara belum lengkap rasanya jika hanya berhenti di Danau Tondano. Sekitar kawasan Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, terdapat Desa Pulutan yang telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah atau tembikar berbahan tanah liat. Keunikan desa ini tidak hanya pada produknya, tetapi juga pada para pengrajinnya yang sebagian besar adalah perempuan.

Warisan Turun-Temurun yang Dijaga Kaum Perempuan

Keterampilan membentuk tanah liat menjadi peralatan dapur hingga elemen dekorasi di Desa Pulutan bukanlah keahlian yang baru muncul. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Kualitas tanah liat di lingkungan sekitar desa disebut-sebut sangat cocok untuk pembuatan gerabah, menjadi fondasi utama berkembangnya kerajinan ini.

Yang menarik, proses pengerjaan gerabah di desa ini lebih banyak dilakukan oleh tangan-tangan perempuan. Mereka mengolah tanah liat mulai dari penyiapan bahan baku, pembentukan, hingga proses pembakaran. Bagi wisatawan, pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri yang jarang ditemui di sentra kerajinan lain.

Belajar Membuat Gerabah dan Membawa Pulang Hasilnya

Berkunjung ke Desa Pulutan bukan sekadar melihat pajangan. Wisatawan dapat menyaksikan langsung setiap tahap pembuatan gerabah secara detail. Jika ingin pengalaman yang lebih mendalam, tersedia kesempatan untuk belajar dan praktik langsung membuat gerabah. Hasil karya yang sudah jadi bisa dibawa pulang sebagai buah tangan khas Minahasa.

Produk yang dihasilkan pengrajin Desa Pulutan beragam bentuk dan ukuran. Mulai dari tungku tradisional, belanga, vas bunga, sampai berbagai macam hiasan yang dapat mempercantik ruangan. Setiap produk mencerminkan keterampilan tangan yang diwariskan lintas generasi.

Rumah Panggung dengan Workshop di Bagian Bawah

Ciri khas lain yang mudah dikenali dari Desa Pulutan adalah arsitektur rumah pengrajinnya. Rumah-rumah tersebut berbentuk panggung, dan bagian bawahnya difungsikan sebagai tempat kerja sekaligus ruang pamer produk gerabah. Wisatawan bisa melihat langsung koleksi gerabah yang dipajang di area workshop ini.

Nama Pulutan sendiri memiliki dua versi asal-usul. Versi pertama menyebut kata "pulut" yang berarti pulen, merujuk pada sifat tanah liat yang lengket dan elastis saat diremas. Versi lainnya mengaitkan nama desa ini dengan pohon pulutan yang tumbuh di sekitar wilayah tersebut.

Cara Menuju Desa Pulutan

Desa Pulutan berada di kawasan Danau Tondano, Kabupaten Minahasa. Dari pusat Kota Manado, perjalanan menuju lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar satu jam perjalanan darat.

Tips Berkunjung

  • Siapkan waktu lebih untuk mengikuti sesi praktik membuat gerabah bersama pengrajin lokal.
  • Tanyakan langsung kepada pengrajin mengenai proses pembakaran jika ingin memahami detail pembuatan gerabah.
  • Bawa uang tunai secukupnya jika ingin membeli produk kerajinan sebagai oleh-oleh.
  • Untuk informasi terkini mengenai jam buka atau tarif kegiatan, konfirmasi melalui dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Menghabiskan waktu setengah hari di Desa Pulutan akan memberikan pengalaman wisata budaya yang berbeda dari atraksi alam Sulawesi Utara pada umumnya. Aktivitas belajar membuat gerabah bersama pengrajin perempuan setempat menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks