BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang bakal melanda sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) hingga 30 Agustus 2026. Kondisi ini dipicu aktifnya Monsun Australia dan El Nino yang menghambat pertumbuhan awan serta memicu bibit siklon tropis 97W di Samudra Pasifik utara Papua.
MANADO — Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menyebut peningkatan kecepatan angin di wilayah Sulut dipicu oleh beberapa faktor atmosfer yang saling menguatkan. Tekanan udara tinggi akibat Monsun Australia dan El Nino intensitas kuat menghambat pertumbuhan awan, sementara bibit siklon tropis 97W di Samudra Pasifik utara Papua turut mendongkrak kecepatan angin.
Wilayah Terdampak Angin Kencang Berdasarkan Tanggal
BMKG merinci potensi angin kencang ini terjadi secara bertahap di sejumlah wilayah. Pada Selasa (25/8), delapan daerah masuk daftar waspada, mencakup Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.
Memasuki Rabu (26/8), wilayah terdampak bertambah dengan masuknya Kabupaten Bolaang Mongondow. Sementara itu, Kota Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Selatan mulai keluar dari daftar pantauan BMKG.
Potensi Angin Kencang Menguat di Wilayah Pesisir dan Kepulauan
Memasuki akhir pekan, potensi angin kencang semakin terkonsentrasi di kawasan pesisir dan kepulauan. Pada Kamis (27/8) dan Jumat (28/8), wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Bitung, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, serta tiga kabupaten kepulauan.
"Waspadai potensi angin kencang," tegas Karina Husna di Manado, Senin.
Daerah Kepulauan Berpotensi Alami Angin Kencang Paling Lama
Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud tercatat sebagai wilayah dengan durasi peringatan terpanjang. Ketiga daerah ini berpeluang mengalami angin kencang secara beruntun sejak Selasa hingga Minggu (30/8).
Masyarakat di wilayah pesisir diminta mewaspadai dampak tidak langsung seperti gelombang tinggi dan potensi pohon tumbang. BMKG mengimbau warga untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat angin kencang berlangsung.